POLA JABAR - Dalam dunia nutrisi, nama kacang tanah sering kali kalah pamor dibandingkan dengan almond atau kenari. Banyak orang masih menganggap kacang tanah hanya sebatas camilan pendamping saat menonton bola atau bahan dasar bumbu sate. 

Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam pangkalan data ilmiah seperti National Center for Biotechnology Information (NCBI) mengungkap fakta yang mengejutkan: kacang tanah adalah salah satu sumber antioksidan paling padat yang bisa kita temukan di alam.

Selama ini, kacang tanah dikenal karena kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dan proteinnya yang tinggi. Namun, profil fitokimia di dalamnya jauh lebih kompleks. Kacang tanah mengandung senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan, yang bertugas menetralisir radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak DNA dan menyebabkan stres oksidatif, pemicu utama penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Salah satu temuan menarik dalam jurnal di PMC menunjukkan bahwa kapasitas antioksidan total dalam kacang tanah bahkan meningkat secara signifikan saat kacang tersebut diproses, terutama melalui pemanggangan atau perebusan.

Mungkin Anda sering mendengar bahwa anggur merah (red wine) baik untuk jantung karena kandungan resveratrolnya. Faktanya, kacang tanah juga merupakan sumber resveratrol yang sangat baik. Senyawa polifenol ini telah lama dikaitkan dengan peningkatan kesehatan kardiovaskular dan perlahan mulai dikenal karena sifat neuroprotektifnya.

Resveratrol bekerja dengan cara melindungi lapisan pembuluh darah dan mengurangi peradangan. Kehadiran senyawa ini dalam kacang tanah menjadikan kacang ini sebagai instrumen diet yang murah namun sangat efektif untuk menjaga elastisitas pembuluh darah.

Salah satu keunikan kacang tanah terletak pada kandungan asam p-kumaratnya. Berbeda dengan banyak sayuran yang kehilangan nutrisi saat terkena panas, kadar asam p-kumarat dalam kacang tanah justru melonjak ketika dipanggang.

Penelitian menunjukkan bahwa pemanggangan meningkatkan kadar antioksidan ini hingga 22%. Asam p-kumarat dikenal efektif dalam mengurangi risiko kanker perut dengan cara menghambat pembentukan nitrosamin karsinogenik dalam tubuh.

Selain senyawa polifenol, kacang tanah juga kaya akan Vitamin E (alfa-tokoferol) dan selenium. Vitamin E adalah antioksidan larut lemak yang sangat kuat, berfungsi menjaga integritas membran sel dan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Sinergi antara Vitamin E dan mineral selenium dalam kacang tanah memberikan perlindungan ganda bagi sistem imun manusia, mempercepat regenerasi sel, dan menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.