POLA JABAR - Teh hijau telah lama dikenal sebagai salah satu minuman paling sehat di dunia. Berbeda dengan teh hitam atau teh oolong, teh hijau tidak melalui proses oksidasi yang panjang, sehingga warna dan kandungan nutrisi alaminya tetap terjaga dengan baik.

Popularitasnya tidak hanya berakar pada tradisi budaya di Asia, tetapi juga didukung oleh berbagai penelitian medis modern yang mengakui khasiatnya yang luar biasa

Salah satu hal yang paling membedakan teh hijau adalah profil fisiknya. Daun teh hijau segar biasanya memiliki warna hijau cerah yang berasal dari klorofil yang tidak rusak selama pemrosesan.

Secara aromatik, teh hijau cenderung menawarkan aroma yang segar, terkadang menyerupai aroma rumput atau kacang-kacangan, tergantung pada lokasi penanamannya.

Dari sisi rasa, teh hijau memiliki ciri khas rasa pahit yang lembut (astringency) yang seimbang dengan sensasi rasa manis yang tipis. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan polifenol, terutama katekin, yang menjadi identitas utama dari jenis teh ini.

Kekuatan utama teh hijau terletak pada konsentrasi antioksidannya yang sangat tinggi. Senyawa yang paling menonjol adalah Epigallocatechin-3-gallate (EGCG).

Senyawa ini merupakan antioksidan alami yang membantu mencegah kerusakan sel dan memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit kronis. Selain itu, teh hijau juga mengandung: