POLA JABAR - Pola makan Mediterania telah lama dinobatkan sebagai salah satu metode kuliner paling menyehatkan di dunia. Berdasarkan panduan dari organisasi nutrisi terkemuka seperti Oldways, pola makan ini tidak hanya berfokus pada sayuran dan minyak zaitun, tetapi juga menempatkan hasil laut sebagai pilar protein yang krusial.
Di antara berbagai jenis hidangan laut, udang menempati posisi istimewa sebagai sumber nutrisi yang padat dan fleksibel.
Berbeda dengan pola makan Barat yang cenderung mengkonsumsi daging merah secara berlebihan, masyarakat di kawasan Mediterania lebih mengutamakan ikan dan kerang-kerangan.
Udang, dalam struktur piramida Oldways, dikategorikan sebagai protein hewani yang sebaiknya dikonsumsi setidaknya dua kali seminggu.
Kehadiran udang dalam piring makan bukan sekadar pelengkap, melainkan strategi untuk mendapatkan asupan protein tinggi dengan kandungan lemak jenuh yang sangat rendah. Hal ini sangat selaras dengan prinsip menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Udang merupakan "superfood" dari lautan yang seringkali disalah pahami terkait kandungan kolesterolnya. Meskipun memiliki kolesterol, udang mengandung lemak tak jenuh dan hampir tidak mengandung lemak trans. Berikut adalah beberapa keunggulan nutrisi yang ditawarkan oleh udang dalam konteks diet sehat:
Antioksidan Astaxanthin: Warna merah muda pada udang yang telah dimasak berasal dari astaxanthin. Senyawa ini merupakan antioksidan kuat yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas serta mendukung kesehatan kulit dan mata.
Kaya Selenium dan Yodium: Mineral-mineral ini sangat penting untuk fungsi tiroid yang optimal dan sistem kekebalan tubuh yang kuat.
Asam Lemak Omega-3: Meskipun jumlahnya tidak sebanyak ikan berlemak seperti salmon, udang tetap menyumbangkan omega-3 yang berperan dalam mengurangi peradangan kronis di dalam tubuh.