POLA JABAR - Banyak orang ragu untuk memasukkan udang ke dalam menu harian karena kekhawatiran akan kandungan kolesterolnya yang tinggi. Namun, jika kita melihat lebih dalam pada profil nutrisinya, makanan laut yang satu ini sebenarnya menyimpan banyak manfaat, terutama bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau menjaga kesehatan jantung.

Menurut pakar kesehatan di Mayo Clinic, udang merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat baik karena profil lemaknya yang sangat rendah. Mari kita bedah lebih detail mengapa udang layak mendapatkan tempat di piring makan Anda.

Kandungan Lemak yang Minim

Secara alami, udang adalah makanan yang rendah lemak. Dalam porsi sekitar 3 ons (sekitar 85 gram) udang yang dikukus atau direbus, kandungan lemak totalnya biasanya kurang dari 1,5 gram. Lebih luar biasanya lagi, kandungan lemak jenuhnya—jenis lemak yang sering dikaitkan dengan risiko penyakit jantung—hampir tidak ada, yakni kurang dari 0,5 gram.

Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan sumber protein lain seperti daging sapi atau bahkan paha ayam. Rendahnya kandungan lemak ini menjadikan udang sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin memangkas asupan kalori tanpa kehilangan asupan protein berkualitas tinggi.

Paradoks Kolesterol dan Kesehatan Jantung

Salah satu alasan udang sering dihindari adalah kandungan kolesterolnya yang mencapai sekitar 160-170 mg per porsi. Meski angka ini terlihat besar, penelitian medis modern yang didukung oleh Mayo Clinic menunjukkan bahwa kolesterol dalam makanan tidak memiliki dampak sebesar lemak jenuh dalam meningkatkan kadar kolesterol darah bagi kebanyakan orang.

Udang justru mengandung asam lemak esensial seperti omega-3. Lemak baik ini dikenal berperan penting dalam menurunkan peradangan dan mendukung kesehatan pembuluh darah. Jadi, alih-alih menyumbat arteri, udang yang dikonsumsi dengan benar justru bisa membantu menjaga keseimbangan lemak dalam tubuh.

Kunci Sehat Terletak pada Cara Pengolahan