POLA JABAR - Pernahkah Anda membayangkan jika wortel yang kita konsumsi sehari-hari sebenarnya tidak selalu berwarna oranye terang? Jauh sebelum menjadi penghuni tetap rak supermarket, wortel memiliki variasi warna yang liar, mulai dari ungu gelap, putih, hingga kuning. Namun, sejarah dan biologi bekerja sama menciptakan dominasi warna oranye yang ikonik, berkat sebuah kelompok pigmen ajaib bernama karotenoid.

Berdasarkan laporan dari berbagai ekspedisi botani dan ulasan sains National Geographic, warna oranye pada wortel bukan sekadar estetika alam, melainkan hasil dari konsentrasi tinggi senyawa organik yang sangat krusial bagi kesehatan manusia.

Apa Itu Karotenoid?

Karotenoid adalah pigmen organik yang ditemukan dalam kloroplas dan kromoplas tumbuhan. Pada wortel, jenis karotenoid yang paling dominan adalah beta-karoten. Pigmen ini berfungsi sebagai penyerap energi cahaya untuk digunakan dalam fotosintesis, namun pada bagian akar seperti wortel, karotenoid bertindak sebagai cadangan nutrisi dan pelindung sel.

Secara molekuler, beta-karoten adalah prekursor utama vitamin A. Artinya, saat kita mengkonsumsi wortel, tubuh kita memecah pigmen oranye tersebut menjadi retinol yang sangat dibutuhkan oleh retina mata untuk melihat dalam kondisi cahaya rendah. Inilah alasan mengapa wortel selalu identik dengan kesehatan mata.

Evolusi dari Ungu ke Oranye

Catatan sejarah menunjukkan bahwa wortel liar awalnya berasal dari wilayah Asia Tengah (sekitar Afghanistan modern) dan mayoritas berwarna ungu atau kuning. Perubahan drastis ke warna oranye terjadi sekitar abad ke-16 dan ke-17 di Belanda.

Para petani di Belanda secara selektif membiakkan varietas wortel kuning yang mengalami mutasi sehingga memiliki kadar beta-karoten yang lebih tinggi. Hasilnya adalah wortel berwarna oranye cerah yang tidak hanya lebih manis, tetapi juga lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki nilai gizi yang lebih stabil. Pigmen karotenoid inilah yang kemudian menjadi standar global untuk wortel yang kita kenal sekarang.

Cara Karotenoid Bekerja dalam Tubuh