POLA JABAR – Menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung menginisiasi aksi sosial bertajuk “Bersih Rumah Ibadah, Bersih Hati Indonesia”. Gerakan ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan umat beragama dalam menjalankan ibadah di akhir tahun.
Program ini mulai dilaksanakan serentak pada 19 Desember 2025, dengan jadwal yang disesuaikan berdasarkan kesiapan masing-masing kecamatan. Rencana aksi ini sebelumnya telah dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Polrestabes Bandung pada Kamis, 18 Desember 2025.
Sekretaris Majelis Taklim Konversi Diniyah (MTKD) Kemenag Kota Bandung, Nandang Kusnandar, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi fisik, melainkan simbol kuat toleransi antarumat beragama di Kota Bandung. Menurutnya, lingkungan rumah ibadah yang bersih merupakan kunci utama untuk menciptakan suasana ibadah yang khusyuk.
Selain kenyamanan, gerakan ini menjadi bentuk nyata penghormatan terhadap keberagaman keyakinan di tengah masyarakat. Hal ini mempertegas komitmen warga Bandung untuk terus hidup berdampingan secara damai.
“Kita saling toleransi, saling menjaga. Melalui kegiatan bersih rumah ibadah ini, kami ingin menegaskan bahwa kerukunan umat beragama harus dirawat bersama, dimulai dari hal-hal sederhana namun bermakna,” ujar Nandang saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Polrestabes Bandung, Kamis, 18 Desember 2025.
Nandang menambahkan bahwa keterlibatan aktif insan Kemenag dalam merawat keharmonisan sosial sangat krusial, terutama saat momentum hari besar keagamaan seperti Natal. Melalui filosofi “Bersih Rumah Ibadah, Bersih Hati Indonesia”, diharapkan kebersihan lingkungan dapat mencerminkan kebersihan hati dan memperkuat rasa empati antar sesama.
Sebagai penutup, ia menekankan bahwa semangat kebersamaan ini diharapkan mampu menciptakan iklim kota yang kondusif selama pergantian tahun.
"Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Kota Bandung tidak hanya dimaknai sebagai momentum pergantian waktu, tetapi juga sebagai ruang mempererat persaudaraan, toleransi, dan kerukunan demi terciptanya suasana kota yang aman, damai, dan penuh kebersamaan," tutur Nandang.***