POLA JABAR  – Sebuah terobosan dalam penyajian sejarah hadir di tengah jantung Kota Bandung. Pameran bertajuk 'Bandung Milestone' resmi dibuka di Microlibrary Asia Afrika, kawasan Alun-Alun Timur. Pameran ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan bagian dari rangkaian peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang memanfaatkan teknologi modern.

Keunikan dari pameran ini terletak pada penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) untuk mengolah arsip-arsip lama, memberikan pengalaman baru bagi warga dalam membaca dan memahami sejarah panjang kota ini.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa eksibisi ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran buku dan pameran foto oleh Menteri Kebudayaan di Hotel Horison sebelumnya.

Dengan bantuan AI, data dan gambar lama dihidupkan kembali namun tetap menjaga akurasi faktualnya.

“Di sini kita menampilkan berbagai macam arsip yang telah diolah datanya maupun gambarnya menggunakan AI, lalu kita konfirmasi kembali kepada para ahli,” ujar Farhan, Jumat 24 April 2026.

Pameran ini menitikberatkan pada peran vital Kota Bandung dalam sejarah kemerdekaan Indonesia hingga pengaruhnya terhadap negara-negara di belahan dunia selatan (Global South).

Penelusuran jejak perjuangan ini dirancang sedemikian rupa agar pengunjung memahami korelasi antara peristiwa masa lalu dengan identitas kota saat ini.

Salah satu daya tarik utamanya adalah edukasi mengenai asal-usul nama jalan di Bandung yang diambil dari tokoh besar seperti Abdul Muis, H. Juanda, Mochtar Kusumaatmadja, hingga si "Jalak Harupat" Otto Iskandar Dinata.

“Di sini semua ada alasannya. Kota Bandung sejak awal pergerakan kebangsaan menjadi salah satu titik yang sangat penting menuju kemerdekaan Indonesia,” katanya.