POLA JABAR  – Tepat satu tahun menjabat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merefleksikan masa kepemimpinannya sebagai fase krusial dalam meletakkan fondasi pembangunan jangka panjang. Baginya, tahun pertama bukanlah tentang hasil instan, melainkan persiapan untuk masa depan Bandung yang lebih baik.

Wali Kota yang akrab disapa Farhan ini menyadari bahwa perjalanan memimpin kota sebesar Bandung penuh dengan dinamika. Menanggapi berbagai kritik hingga isu yang beredar selama setahun terakhir, ia menanggapinya dengan tenang dan rendah hati.

“Alhamdulillah, berkah. Saya menyadari masih banyak kekurangan. Ada kritik, bahkan ada yang bicara asal (ngaraco), tapi bagi saya itu hal yang biasa dalam kepemimpinan,” ujar Farhan saat memberikan refleksi di Bandung (31/1/2026).

Ia menekankan bahwa visi Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis (UTAMA) adalah rencana lima tahunan. Oleh karena itu, tahun pertama difokuskan untuk memastikan sistem dan dasar pembangunan berjalan berkelanjutan agar hasilnya dapat dirasakan secara merata di masa mendatang.

Salah satu strategi utama Farhan dalam memetakan persoalan kota adalah melalui program Siskamling Siaga Bencana dan Prakarsa. Melalui program ini, Farhan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terjun langsung hingga ke level kelurahan dan RW.

“Program Prakarsa ini membuat saya berkeliling ke setiap sudut kelurahan dan RW. Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Di lapangan, saya menemukan banyak masalah riil, namun di saat yang sama saya juga menemukan solusi-solusi cerdas dari warga,” ungkapnya.

Dari hasil blusukan tersebut, salah satu isu mendesak yang ditemukan adalah masalah beranghang (ruang kosong antar bangunan/drainase) yang banyak tersumbat atau beralih fungsi. Hal ini sering menjadi pemicu masalah lingkungan dan banjir di pemukiman.

Farhan mengidentifikasi setidaknya ada 46 titik beranghang bermasalah di kawasan Lodaya yang direncanakan untuk dibongkar dan dikembalikan fungsinya.

“Membongkar beranghang tidak mudah karena bangunannya sudah lama. Namun, kita punya contoh sukses seperti di Jalan Tengku Angkasa. Pemanfaatan lahan di sana sangat bagus dan itu bisa kita replikasi di wilayah lain,” jelas Farhan.