POLA JABAR – Menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang melanda wilayah perkotaan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah bergerak serentak.
Langkah cepat ini diambil guna meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam keterangannya pada Minggu, 5 April 2026, Muhammad Farhan menegaskan bahwa seluruh instansi teknis telah diinstruksikan untuk terjun langsung ke lapangan demi memulihkan kondisi kota dan membantu warga yang terdampak.
“Semua dinas di Pemerintah Kota Bandung turun tangan langsung. Ini menunjukkan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Farhan setelah melakukan peninjauan intensif ke sejumlah titik krusial yang mengalami kerusakan akibat cuaca buruk pada Sabtu, 4 April 2026.
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Microlibrary Bima di Jalan Bima, kawasan Jalan Citepus 3 di Kelurahan Pajajaran, Jalan Cihapit, hingga fasilitas pendidikan di SDN 023 Pajagalan.
Dalam agenda peninjauan ini, Wali Kota didampingi oleh jajaran pimpinan dari Diskominfo, DPKP, Disdik, Disdamkarmat, serta BPBD. Kehadiran berbagai dinas ini bertujuan untuk memetakan kerusakan secara komprehensif, mulai dari infrastruktur pendidikan hingga fasilitas publik.
Salah satu aspek yang menjadi sorotan utama Wali Kota adalah banyaknya pohon peneduh yang tumbang. Baginya, pohon-pohon besar bukan sekadar tanaman, melainkan identitas hijau Kota Kembang yang harus dikelola dengan hati-hati namun tetap mengutamakan keselamatan jiwa.
“Kita menghadapi kejadian luar biasa. Pohon-pohon besar yang selama ini menjadi ciri khas kota banyak yang tumbang,” katanya.