POLA JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan pesan mendalam mengenai peran strategis rumah ibadah dalam pembangunan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk memperluas fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan pusat peradaban yang berdaya.
Pesan ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Bandung pada Minggu, 15 Maret 2026. Menurut Farhan, masjid adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan sejahtera.
Menghidupkan Masjid dengan Kajian dan Ilmu
Farhan memberikan perhatian khusus pada keberadaan Masjid Agung Bandung yang memiliki nilai sejarah tinggi. Ia menegaskan bahwa kemakmuran sebuah masjid tidak hanya diukur dari bangunannya, melainkan dari aktivitas jamaah di dalamnya.
“Masjid Agung ini merupakan warisan para pendiri Kota Bandung yang usianya sudah lebih dari 200 tahun. Kita yang harus memakmurkannya. Mari kita jadikan masjid sebagai pusat peradaban,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot Bandung berencana menghadirkan lebih banyak dai dan ustaz yang mampu memberikan edukasi berkualitas. Farhan percaya bahwa daya tarik masjid terletak pada kualitas pencerahan yang diberikan kepada masyarakat.
“Masjid itu makmur karena jamaahnya. Jamaah datang karena ada kajian yang memberi pencerahan. Nanti kita akan mengundang para dai dan ustaz yang mampu menyampaikan ilmu dengan cara yang menarik,” tambahnya.
Di tengah suasana bulan suci, Wali Kota juga menekankan pentingnya ekonomi syariah berbasis umat melalui zakat, infak, dan sedekah. Ia mengingatkan warga bahwa kesejahteraan bersama dapat tercapai jika setiap individu menyadari tanggung jawab sosialnya.
Menurutnya, pengabdian kepada masjid secara otomatis akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga secara luas.