POLA JABAR - Bagi penikmat hidangan penutup, gelato dan es krim mungkin terlihat serupa saat disajikan di dalam cup atau cone. Keduanya dingin, manis, dan menyegarkan. Namun, bagi para pecinta kuliner sejati dan pengolah dessert profesional, menyebut gelato sebagai "es krim versi Italia" adalah sebuah penyederhanaan yang kurang tepat.
Berdasarkan standar kuliner internasional seperti bbcgoodfood.com, terdapat perbedaan teknis yang mencolok mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga cara lidah kita mengecap rasanya. Berikut adalah bedah tuntas perbedaan antara gelato dan es krim yang perlu Anda pahami.
1. Komposisi Bahan: Lemak vs Susu
Perbedaan mendasar pertama terletak pada bahan utamanya. Es krim umumnya menggunakan proporsi krim yang lebih banyak, yang berarti memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Di sisi lain, gelato menggunakan lebih banyak susu murni daripada krim.
Hasilnya, es krim biasanya mengandung setidaknya 10 persen lemak, sementara gelato hanya memiliki kandungan lemak di kisaran 4 hingga 9 persen. Karena kandungan lemak yang lebih rendah inilah, rasa utama dari bahan tambahan (seperti cokelat, buah, atau kacang-kacangan) pada gelato cenderung lebih tajam dan menonjol di lidah.
2. Kecepatan Pengadukan dan Kandungan Udara (Overrun)
Pernahkah Anda merasa es krim terasa lebih ringan dan cepat lumer, sementara gelato terasa begitu padat dan berisi? Rahasianya ada pada proses pengadukan. Es krim diaduk dengan kecepatan tinggi untuk memasukkan udara sebanyak mungkin ke dalam adonan. Udara ini bisa mencapai 50 persen dari total volume es krim, yang membuatnya terasa "fluffy" atau mengembang.
Sebaliknya, gelato diaduk dengan kecepatan yang sangat lambat. Proses ini meminimalisir udara yang masuk ke dalam adonan. Karena kandungan udaranya sangat sedikit, gelato memiliki tekstur yang jauh lebih padat, kaya, dan memberikan sensasi kemewahan di setiap suapan.