POLA JABAR - Asparagus merupakan salah satu komoditas sayuran premium yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional. Namun, bagi sebagian orang, keberadaan asparagus dalam dua warna yang mencolok hijau dan putih sering kali menimbulkan pertanyaan: apakah keduanya berasal dari spesies yang berbeda? Jawabannya mungkin cukup mengejutkan.

Berdasarkan data dan panduan teknis dari Food and Agriculture Organization (FAO), kedua jenis ini sebenarnya berasal dari spesies yang sama, yakni Asparagus officinalis.

Perbedaan mendasar yang membuat keduanya tampak seperti dua varian berbeda terletak pada manajemen budidaya dan teknik intervensi cahaya matahari selama masa pertumbuhan. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai perbedaan keduanya dari kacamata dunia pertanian.

1. Teknik Budidaya dan Paparan Cahaya

Faktor utama yang membedakan asparagus hijau dan putih adalah proses fotosintesis. Asparagus hijau ditumbuhkan secara alami di atas permukaan tanah.

Ketika tunas atau rebung asparagus mulai muncul dan terpapar sinar matahari, tanaman ini secara otomatis memproduksi klorofil. Zat hijau daun inilah yang memberikan warna hijau pekat pada batangnya.

Sebaliknya, asparagus putih diproduksi melalui teknik yang disebut dengan etiolasi. Para petani akan menimbun tunas asparagus dengan gundukan tanah yang cukup tinggi atau menutupinya dengan plastik hitam agar tunas tersebut tumbuh dalam kondisi gelap total.

Tanpa adanya akses terhadap sinar matahari, tanaman tidak mampu melakukan fotosintesis, sehingga klorofil tidak terbentuk. Hal inilah yang menjaga warna batang tetap putih bersih hingga masa panen tiba.

2. Masa Panen dan Intensitas Tenaga Kerja