POLA JABAR - Seiring bertambahnya usia, kebutuhan nutrisi dan pola makan seseorang tentu mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan keluarga dan pendamping lansia adalah mengenai keamanan konsumsi buah-buahan tertentu, termasuk semangka.
Berdasarkan panduan pola makan sehat dari National Institute on Aging (NIA), buah-buahan merupakan komponen wajib dalam piring makan lansia. Namun, apakah buah yang identik dengan rasa manis dan kandungan air tinggi ini sepenuhnya aman? Mari kita bedah secara detail.
1. Solusi Hidrasi yang Menyenangkan
Salah satu masalah kesehatan yang paling sering mengintai lansia adalah dehidrasi. Menurunnya rasa haus secara alami pada usia senja membuat banyak lansia lupa untuk minum air putih dalam jumlah cukup. Di sinilah semangka berperan sebagai pahlawan.
Dengan kandungan air yang mencapai lebih dari 90 persen, semangka membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh tanpa membuat lansia merasa "begah" karena terlalu banyak minum. Mengkonsumsi semangka di siang hari yang terik bisa menjadi cara efektif untuk mencegah risiko infeksi saluran kemih dan sembelit yang sering dipicu oleh kurangnya cairan.
2. Menjaga Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah
Penyakit kardiovaskular masih menjadi tantangan utama bagi populasi lanjut usia. Semangka mengandung likopen, antioksidan yang memberikan warna merah pada daging buahnya. Likopen dikenal luas memiliki kemampuan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan menjaga elastisitas pembuluh darah.
Selain itu, kandungan citrulline dalam semangka dapat membantu meningkatkan produksi nitrat oksida dalam tubuh. Senyawa ini berfungsi merelaksasi pembuluh darah, yang secara tidak langsung membantu menjaga tekanan darah tetap stabil—sebuah manfaat besar bagi lansia yang memiliki riwayat hipertensi.
3. Dukungan untuk Kesehatan Mata dan Imun Tubuh