POLA JABAR - Selama ini kita mengenal semangka sebagai buah "penyelamat" di cuaca panas. Kandungan airnya yang mencapai 92 persen memang juara untuk menghalau dehidrasi. Namun, banyak orang seringkali meremehkan sisi lain dari buah merah ini: kandungan seratnya.

Melansir data kesehatan dari Verywell Health, meskipun semangka tidak "berserat" secara tekstur seperti apel atau pir, buah ini tetap memberikan kontribusi penting bagi kesehatan pencernaan Anda. Mari kita bedah lebih dalam mengapa semangka tetap layak masuk dalam daftar asupan serat harian Anda.

Fakta Nutrisi: Berapa Banyak Serat di Dalamnya?

Banyak yang mengira semangka hanyalah air dan gula. Faktanya, dalam satu porsi semangka potong (sekitar 150-160 gram), terdapat sekitar 0,6 hingga 1 gram serat. Angka ini memang terlihat kecil jika dibandingkan dengan brokoli atau kacang-kacangan.

Namun, yang perlu digaris bawahi adalah volume konsumsinya. Karena semangka sangat ringan dan menyegarkan, orang cenderung mengkonsumsinya dalam jumlah banyak. Secara kumulatif, ini memberikan asupan serat yang cukup untuk membantu mendorong sisa makanan di usus.

Kolaborasi Unik Antara Air dan Serat

Mengapa serat pada semangka tetap efektif meski jumlahnya tidak fantastis? Rahasianya ada pada sinergi. Sistem pencernaan kita membutuhkan dua hal utama agar lancar: serat untuk menambah massa feses dan air untuk melunakkannya.

Semangka menyediakan keduanya sekaligus. Serat dalam semangka sebagian besar terdiri dari selulosa dan serat larut lainnya. Kombinasi air yang melimpah dan serat ini menciptakan efek "pelicin" alami bagi usus, sehingga mampu mencegah sembelit secara efektif tanpa membuat perut terasa begah atau kembung.

Manfaat Tersembunyi untuk Kesehatan Tubuh