POLA JABAR - Saat matahari sedang terik-teriknya, tidak ada yang lebih menggoda daripada melihat irisan semangka merah merona yang baru saja keluar dari lemari es. Buah yang satu ini memang identik dengan musim panas, namun tahukah Anda bahwa semangka bisa diolah lebih dari sekadar potongan buah biasa?
Mengutip inspirasi dari BBC Good Food, semangka adalah bahan yang sangat fleksibel. Kandungan airnya yang mencapai 92% menjadikannya pahlawan hidrasi, sementara rasa manis alaminya bisa diseimbangkan dengan berbagai elemen gurih maupun asam.
Banyak dari kita mungkin ragu mencampurkan buah dengan garam. Namun, tren kuliner global justru sedang menggandrungi perpaduan semangka dengan keju feta yang asin dan daun mint yang segar. Tekstur semangka yang renyah memberikan sensasi "crunchy" yang kontras dengan kelembutan keju. Cukup tambahkan sedikit perasan jeruk nipis dan minyak zaitun, Anda sudah memiliki salad berkelas restoran di rumah sendiri.
Jika Anda bosan dengan jus semangka yang itu-itu saja, cobalah membuat granita. Cukup blender daging semangka, campur dengan sedikit gula dan jeruk nipis, lalu bekukan. Serut dengan garpu setiap beberapa jam sekali, dan Anda akan mendapatkan dessert beku yang jauh lebih sehat daripada es krim komersial.
Bagi pecinta barbecue atau panggangan, semangka juga punya kejutan. Menggoreng atau memanggang irisan tebal semangka di atas panggangan selama beberapa menit akan memicu karamelisasi gula alaminya, memberikan rasa asap (smoky) yang unik dan tak terduga.
Agar sajian musim panas Anda maksimal, pemilihan buah adalah kunci. Carilah semangka yang terasa berat untuk ukurannya ini menandakan kandungan air yang melimpah. Jangan lupa cek "field spot" atau bintik kuning di bagian bawahnya. Semakin kuning warnanya, semakin lama buah tersebut matang di pohon, yang berarti rasanya akan jauh lebih manis.***