POLA JABAR - Kacang hijau (Vigna radiata), atau yang sering dikenal sebagai green gram, bukan sekadar bahan utama bubur manis yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Jauh sebelum menjadi komoditas global, kacang hijau memiliki sejarah panjang yang berakar kuat di tanah Asia. 

Mengacu pada catatan historis dari Encyclopaedia Britannica, tanaman ini merupakan salah satu legum tertua yang didomestikasi oleh manusia, memainkan peran vital dalam sejarah pertanian dan gizi di kawasan Subkontinen India hingga Asia Timur.

Titik Awal di Subkontinen India

Berdasarkan bukti arkeologis dan catatan sejarah, para ahli botani dan sejarawan sepakat bahwa kacang hijau berasal dari wilayah India. Budidaya tanaman ini diperkirakan telah dimulai sejak masa prasejarah, dengan temuan sisa-sisa karbonisasi benih yang berasal dari sekitar tahun 1500 SM hingga 1000 SM.

Pada masa itu, masyarakat di lembah sungai Indus mulai menyadari keunggulan kacang hijau dibandingkan tanaman pangan lainnya. Selain karena kandungan proteinnya yang tinggi, kacang hijau disukai karena masa panennya yang relatif singkat sekitar 60 hingga 90 hari sehingga sangat ideal untuk ditanam dalam sistem rotasi tanaman setelah padi atau gandum guna menjaga kesuburan tanah.

Penyebaran dan Adaptasi di Jalur Perdagangan Asia

Seiring dengan berkembangnya jalur perdagangan kuno, budidaya kacang hijau mulai merambah ke luar perbatasan India. Dari wilayah selatan Asia, tanaman ini menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Iklim tropis yang hangat dan lembap di wilayah ini terbukti menjadi rumah yang sempurna bagi pertumbuhan Vigna radiata.

Di Asia Timur, khususnya China, kacang hijau mulai dikenal luas pada masa Dinasti Han (sekitar 206 SM  220 M). Di negeri tirai bambu ini, penggunaan kacang hijau mengalami diversifikasi yang luar biasa. Tidak hanya dikonsumsi sebagai biji-bijian, masyarakat China kuno mulai mengolahnya menjadi tepung pati (soun), kecambah (tauge), hingga ramuan obat tradisional untuk mendinginkan suhu tubuh dalam prinsip pengobatan herbal.

Evolusi Varietas: Utara vs Selatan