POLA JABAR - Kentang goreng, atau yang secara global dikenal sebagai French Fries, adalah salah satu camilan paling ikonik dan populer di seluruh dunia, tetapi asal-usulnya yang sebenarnya ternyata menyimpan perdebatan sengit antara dua negara Eropa: Belgia dan Prancis. 

Meskipun nama "French Fries" menyiratkan Prancis sebagai penemunya, banyak bukti historis, terutama yang dikemukakan Belgia, menunjukkan bahwa Belgia adalah tempat kelahiran yang lebih mungkin. Menurut cerita yang beredar di Belgia, tradisi memotong kentang menjadi bentuk stik dan menggorengnya berasal dari wilayah Dinant dan Andenne di lembah Meuse, pada akhir tahun 1600-an. 

Penduduk setempat saat itu biasa menggoreng ikan kecil yang mereka tangkap dari sungai. Namun, ketika sungai membeku di musim dingin, mereka mengganti ikan dengan kentang yang dipotong memanjang agar menyerupai ikan, lalu digoreng. Klaim ini didukung oleh fakta bahwa Belgia memiliki budaya gorengan (friture) yang mendalam, dan kentang goreng mereka (Frites) adalah makanan street food yang dihormati.

Lalu, mengapa nama "French Fries" yang justru lebih mendunia? Para sejarawan, termasuk sumber dari Smithsonian Magazine, menduga bahwa julukan "French" muncul selama Perang Dunia I. Tentara Amerika yang ditempatkan di Belgia (atau wilayah Belgia yang diduduki) pertama kali mencicipi hidangan kentang goreng ini. 

Karena bahasa utama yang digunakan di wilayah Belgia selatan (Wallonia) adalah bahasa Prancis, para prajurit Amerika secara keliru menganggap bahwa mereka berada di Prancis, atau setidaknya kentang goreng itu adalah kreasi Prancis. Mereka kemudian membawa resep dan istilah "French Fries" kembali ke Amerika Serikat, yang akhirnya menjadi nama standar internasional. 

Selain itu, praktik menggoreng kentang sudah umum di Prancis, tetapi istilah "pommes de terre frites" (kentang goreng) juga sudah ada di sana. Namun, Belgia tetap berargumen bahwa cara memotong dan menggoreng dengan teknik ganda (double frying) yang khas, yang menghasilkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam, adalah warisan kuliner mereka.

Terlepas dari perdebatan sengit mengenai tempat asal, tidak dapat disangkal bahwa Amerika Serikat adalah negara yang mendorong popularitas kentang goreng ke tingkat global melalui industri makanan cepat saji. Kentang goreng diperkenalkan di Amerika pada abad ke-19 dan perlahan-lahan menjadi favorit. 

Namun, setelah McDonald's dan rantai makanan cepat saji lainnya mulai memproduksi kentang goreng dalam skala besar dan menyajikannya bersama burger, camilan sederhana ini bertransformasi menjadi fenomena budaya global . 

Ketersediaan, harga yang terjangkau, dan rasanya yang membuat ketagihan menjadikannya pendamping universal untuk hampir semua jenis hidangan, mulai dari steak hingga hidangan laut. Inilah yang membuktikan bahwa warisan kuliner yang kuat, meskipun dengan sejarah yang diperdebatkan, dapat menaklukkan selera miliaran orang di seluruh dunia.