POLA JABAR - Ramen merupakan hidangan mie berkuah yang kini diakui sebagai salah satu simbol kuliner nasional Jepang, sejatinya memiliki akar sejarah yang kuat di Tiongkok. Kedatangannya ke Negeri Sakura terjadi melalui tangan para imigran Tiongkok pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, yang membawa serta tradisi mi gandum dengan kuah kaldu.
Titik balik penerimaan ramen secara luas di Jepang diperkirakan terjadi pada tahun 1910, ketika sebuah restoran Tiongkok bernama Rai Rai Ken dibuka di distrik Asakusa, Tokyo, mulai menyajikan hidangan yang saat itu dikenal sebagai Shina Soba (Soba Tiongkok).
Kehadiran Rai Rai Ken yang menawarkan sajian mi gandum dalam kuah daging atau ikan dengan harga terjangkau, segera menjadi favorit masyarakat, khususnya para pekerja berupah, menandai lahirnya versi awal ramen Jepang yang autentik.
Kunci inovasi yang memisahkan mi Tiongkok biasa dari ramen Jepang terletak pada penggunaan kansui larutan air basa yang ditambahkan saat adonan mie dibuat.
Penambahan kansui inilah yang memberikan mie ramen tekstur yang khas, yaitu kenyal, elastis, dan berwarna kekuningan, menjadikannya berbeda dari mie Jepang tradisional seperti udon atau soba.
Seiring berjalannya waktu, hidangan ini tidak lagi hanya dikenal sebagai Shina Soba, tetapi berangsur-angsur bertransisi menjadi Ramen, sebuah nama yang diyakini berasal dari pengucapan kata la mian (mie tarik) dalam dialek Tiongkok yang disesuaikan dengan lidah Jepang.
Perkembangan pasca-Perang Dunia II, terutama dengan masuknya suplai gandum dari Amerika Serikat yang melimpah, semakin mempopulerkan ramen sebagai makanan comfort food yang murah dan mengenyangkan di seluruh Jepang, demikian menurut laporan dari japan.go.jp.
Transformasi Ramen dari makanan imigran menjadi ikon Jepang terjadi melalui proses adaptasi kedaerahan yang intens. Berbagai kota dan prefektur di Jepang mulai mengembangkan varian kuah, mie, dan topping khas mereka sendiri.
Lahirlah varian-varian legendaris, mulai dari Shoyu Ramen (kuah kecap asin) di Tokyo yang bening dan ringan, Miso Ramen (kuah pasta miso) yang kental dan gurih dari Sapporo di Hokkaido, hingga Tonkotsu Ramen (kuah tulang babi) yang creamy dari Fukuoka.