POLA JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sedang berada dalam fase krusial dalam menentukan masa depan Kebun Binatang Bandung. Hingga saat ini, proses seleksi untuk mencari pengelola baru masih terus berjalan dengan kriteria persyaratan yang sangat tinggi.
Mengingat tenggat waktu yang semakin mepet dan jumlah pendaftar yang masih minim, Pemkot Bandung mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa meskipun pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 10 Mei 2026, tantangan terbesar terletak pada standar kelayakan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sejauh ini, Pemkot telah melayangkan undangan kepada puluhan pihak yang dianggap potensial untuk mengelola aset konservasi tersebut.
Namun, respons yang diterima belum memenuhi ekspektasi awal karena beratnya komitmen yang harus dipenuhi oleh calon pengelola.
“Pendaftarannya tinggal beberapa hari lagi. Ini yang bikin saya agak deg-degan, karena syaratnya memang ketat sekali dan tidak semua lembaga konservasi menyanggupinya,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis 30 April 2026.
Lebih lanjut, dari puluhan undangan yang disebar, baru sebagian kecil yang menunjukkan ketertarikan secara formal untuk ikut serta dalam proses lelang pengelolaan ini.
“Dari 85 yang kita undang, belum semuanya kembali ke kita. Yang sudah memberi sinyal minat, kalau tidak salah baru sekitar empat,” katanya.
Farhan memaklumi keraguan para calon investor atau pengelola, mengingat aspek kesejahteraan satwa dan operasional kebun binatang memerlukan kapasitas finansial serta teknis yang besar.