POLA JABAR - Dunia kuliner memang tidak pernah berhenti memberikan kejutan. Jika biasanya semangka dinikmati dalam keadaan dingin dan segar, kini tren "Grilled Watermelon" atau semangka panggang tengah mencuri perhatian di berbagai platform media sosial dan dapur restoran ternama.
Mengutip ulasan dari Bon Appétit, proses pemanggangan ternyata mengubah total profil rasa dan tekstur buah ini. Namun, muncul pertanyaan besar di benak para pecinta pola hidup sehat: apakah proses pemanasan ini akan merusak nutrisi yang terkandung di dalamnya?
Transformasi Tekstur yang Mengejutkan
Saat semangka diletakkan di atas panggangan panas, terjadi proses karamelisasi pada gula alami yang terkandung di dalamnya. Air yang melimpah dalam semangka perlahan menguap, membuat teksturnya yang tadinya berair menjadi lebih padat, kenyal, bahkan hampir menyerupai tekstur daging (steak).
Bagi banyak orang, ini adalah cara baru menikmati buah tanpa rasa bosan. Rasa manisnya menjadi lebih intens, dan aroma asap (smoky) dari panggangan memberikan dimensi rasa yang belum pernah ada sebelumnya. Tak heran jika banyak koki menggunakannya sebagai pengganti daging dalam hidangan vegetarian atau sebagai pendamping protein hewani.
Bagaimana dengan Kandungan Nutrisinya?
Kabar baik bagi Anda yang ingin mencoba: semangka panggang ternyata tetap menyimpan segudang manfaat. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai kandungan nutrisinya setelah diproses:
Likopen yang Lebih Aktif: Sama seperti tomat, kandungan likopen dalam semangka justru bisa menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh setelah terpapar panas dalam waktu singkat. Likopen adalah antioksidan kuat yang dikenal baik untuk kesehatan jantung dan kulit.
Vitamin C yang Sensitif: Harus diakui bahwa vitamin C bersifat sensitif terhadap panas. Proses pemanggangan yang terlalu lama dapat mengurangi kadar vitamin C. Oleh karena itu, Bon Appétit menyarankan untuk memanggangnya dengan api besar dalam waktu yang sangat singkat hanya sekitar 2 hingga 3 menit per sisi.