POLA JABAR - Siapa yang bisa menolak kesegaran buah semangka di tengah cuaca panas? Buah yang didominasi oleh kandungan air ini memang menjadi primadona untuk menghidrasi tubuh. Namun, di balik rasa manisnya yang memanjakan lidah, sering muncul kekhawatiran mengenai kadar gulanya. Banyak orang bertanya-tanya, apakah gula dalam semangka bisa memicu lonjakan gula darah?
Merujuk pada data kesehatan dari WebMD, mari kita bedah secara mendalam apa saja yang terkandung dalam setiap gigitan buah merah ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan Anda.
Fakta di Balik Rasa Manis Semangka
Banyak yang mengira semangka adalah "bom gula" karena rasanya yang sangat manis. Faktanya, semangka memiliki kandungan gula yang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa buah populer lainnya jika dihitung per porsi.
Satu cangkir semangka potong mengandung sekitar 9 hingga 10 gram gula. Sebagai perbandingan, jumlah ini sebenarnya masih di bawah kandungan gula pada pisang atau anggur dalam porsi yang sama. Yang membuat semangka terasa sangat manis adalah kombinasi antara fruktosa, glukosa, dan sukrosa yang bekerja bersama dengan kandungan air yang mencapai 92%.
Memahami Indeks Glikemik vs Beban Glikemik
Bagi Anda yang sangat memperhatikan kadar gula darah, memahami angka Indeks Glikemik (IG) sangatlah penting. Semangka memang memiliki angka IG sekitar 72 hingga 80, yang masuk dalam kategori tinggi. Angka ini menunjukkan seberapa cepat gula masuk ke aliran darah.
Namun, WebMD menekankan pentingnya melihat "Beban Glikemik" (Glycemic Load). Karena semangka sebagian besar terdiri dari air, jumlah karbohidrat dalam setiap porsinya sangat kecil. Hal ini membuat beban glikemik semangka tergolong rendah, yakni hanya sekitar 5. Artinya, selama dikonsumsi dalam porsi yang wajar, semangka tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis pada orang sehat.
Mengapa Gula Semangka Lebih Baik dari Gula Tambahan?