POLA JABAR - Siapa yang bisa menolak kesegaran semangka di tengah cuaca panas? Buah yang kaya akan kandungan air ini memang menjadi primadona untuk menghidrasi tubuh. Namun, bagi penderita diabetes, setiap gigitan buah manis sering kali diikuti dengan rasa was-was: "Apakah ini akan membuat gula darah saya melonjak?"

Banyak mitos beredar bahwa penderita diabetes harus menjauhi semangka karena rasanya yang sangat manis. Benarkah demikian? Mengacu pada penjelasan resmi dari Diabetes UK, mari kita bedah faktanya secara mendalam.

Hal pertama yang sering menjadi sorotan adalah Indeks Glikemik (IG). Sebagai informasi, IG adalah angka yang menunjukkan seberapa cepat makanan berkarbohidrat memengaruhi kadar glukosa dalam darah.

Semangka memang memiliki skor IG sekitar 72 hingga 80. Dalam skala medis, angka ini tergolong tinggi. Secara teori, makanan dengan IG tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Namun, angka IG bukanlah satu-satunya penentu.

Diabetes UK menekankan pentingnya melihat Beban Glikemik (Glycemic Load). Karena semangka sebagian besar (sekitar 90%) terdiri dari air, jumlah karbohidrat dalam satu porsi sebenarnya cukup rendah. Artinya, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, dampak keseluruhannya terhadap gula darah tidaklah sedrastis yang dibayangkan.

Nutrisi Penting yang Sayang untuk Dilewatkan

Penderita diabetes tidak hanya harus fokus pada gula, tapi juga nutrisi makro dan mikro yang membantu kesehatan jangka panjang. Semangka mengandung berbagai nutrisi penting, di antaranya: