POLA JABAR - Selama bertahun-tahun, udang seringkali mendapat reputasi buruk di dunia kesehatan karena kandungan kolesterolnya yang dianggap tinggi. Banyak orang dengan riwayat penyakit jantung atau hipertensi memilih untuk menjauhi menu seafood yang satu ini. Namun, penelitian terbaru dan panduan dari American Heart Association (AHA) mulai mengubah perspektif tersebut.

Udang bukan lagi "musuh" bagi jantung, melainkan bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dengan cara yang benar. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai bagaimana udang memberikan dampak positif bagi kesehatan kardiovaskular Anda.

Kandungan Omega-3 yang Menjaga Irama Jantung

Salah satu alasan utama mengapa American Heart Association merekomendasikan konsumsi ikan dan seafood setidaknya dua porsi per minggu adalah kandungan asam lemak Omega-3. Udang merupakan sumber asam lemak EPA dan DHA yang baik.

Omega-3 berperan krusial dalam menurunkan kadar trigliserida dalam darah, mengurangi peradangan pada pembuluh darah, dan membantu menstabilkan irama jantung. Dengan mengkonsumsi udang secara teratur namun dalam porsi moderat, Anda secara tidak langsung memberikan perlindungan ekstra bagi dinding arteri.

Mitos Kolesterol vs. Lemak Jenuh

Mengapa dulu udang ditakuti? Jawabannya adalah kolesterol makanan. Namun, AHA menekankan bahwa yang jauh lebih berbahaya bagi jantung bukanlah kolesterol yang ada pada makanan itu sendiri, melainkan lemak jenuh dan lemak trans yang sering menyertainya.

Kabar baiknya, udang adalah protein yang sangat rendah lemak jenuh. Dibandingkan dengan daging merah yang mengandung lemak jenuh tinggi, udang menawarkan protein berkualitas tanpa risiko penyumbatan arteri akibat lemak jahat. Studi menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, kolesterol dalam udang memiliki dampak minimal terhadap kadar kolesterol darah secara keseluruhan dibandingkan dengan dampak lemak jenuh dari gorengan atau mentega.

Kekuatan Antioksidan Astaxanthin