POLA JABAR – Istilah cuaca buruk dan cuaca ekstrem sering digunakan secara bergantian di tengah masyarakat.

Padahal, keduanya memiliki makna yang berbeda dan tidak bisa disamakan. Pemahaman yang keliru dapat membuat masyarakat kurang waspada terhadap potensi bahaya yang sebenarnya.

Agar tidak salah kaprah, berikut penjelasan perbedaan cuaca buruk dan cuaca ekstrem yang perlu diketahui.

Apa Itu Cuaca Buruk?

Cuaca buruk merujuk pada kondisi cuaca yang tidak nyaman dan berpotensi mengganggu aktivitas, namun masih tergolong umum terjadi. Contohnya hujan deras, angin kencang sesaat, petir, atau jarak pandang menurun akibat kabut.

Meski tidak selalu menimbulkan bencana besar, cuaca buruk tetap bisa berdampak pada aktivitas harian seperti lalu lintas terganggu, keterlambatan penerbangan, atau risiko kecelakaan.

Apa Itu Cuaca Ekstrem?

Cuaca ekstrem adalah kondisi cuaca di luar batas normal dan memiliki potensi besar menimbulkan bencana serta kerusakan serius. Fenomena ini biasanya jarang terjadi, berdurasi lebih lama, dan berdampak luas.

Contoh cuaca ekstrem antara lain hujan dengan intensitas sangat tinggi dalam waktu singkat, angin puting beliung, gelombang tinggi, banjir besar, tanah longsor, hingga dampak siklon tropis.