POLA JABAR - Selama bertahun-tahun, banyak dari kita mungkin sering mendengar petuah orang tua agar menghindari air es karena dianggap bisa memicu perut buncit atau membekukan lemak. Namun, benarkah demikian? Jika kita merujuk pada fakta medis, terutama data yang dihimpun dari Healthline, air dingin justru menyimpan segudang manfaat yang mungkin belum pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Memicu Metabolisme Bekerja Lebih Keras Salah satu fakta yang paling menarik adalah kemampuan air dingin dalam membantu proses pembakaran kalori. Saat Anda meminum air dengan suhu rendah, tubuh tidak tinggal diam. 

Organ internal kita akan bekerja ekstra untuk menyesuaikan suhu air tersebut agar selaras dengan suhu inti tubuh. Proses termogenesis ini memerlukan energi, yang berarti tubuh Anda secara alami membakar sedikit lebih banyak kalori hanya dengan segelas air dingin. Meskipun jumlahnya tidak drastis, ini adalah cara sederhana untuk mendukung metabolisme harian.

Sahabat Terbaik Setelah Olahraga Pernahkah Anda merasa suhu tubuh melonjak tajam setelah sesi jogging atau latihan di gym? Di sinilah air dingin berperan sebagai pahlawan. Mengonsumsi air dingin setelah beraktivitas fisik membantu menurunkan suhu inti tubuh lebih cepat dibandingkan air suhu ruang. 

Selain memberikan kesegaran instan, suhu dingin ini juga mencegah tubuh mengalami overheating, sehingga proses pemulihan otot bisa berjalan lebih optimal.

Meningkatkan Fokus dan Kewaspadaan Efek kejut dari suhu dingin tidak hanya dirasakan oleh lidah, tapi juga saraf kita. Minum air dingin dapat merangsang produksi adrenalin yang membuat kita merasa lebih terjaga dan waspada.

Bagi Anda yang sering merasa mengantuk di sore hari saat bekerja, segelas air dingin mungkin bisa menjadi solusi alami pengganti kafein untuk mengembalikan konsentrasi.

Mitos vs Fakta: Apakah Air Dingin Berbahaya? Penting untuk meluruskan bahwa air dingin tidak membekukan lemak di perut. Lemak tubuh hanya bisa berkurang melalui defisit kalori dan aktivitas fisik. 

Namun, ada kondisi tertentu di mana air dingin memang sebaiknya dihindari, misalnya saat Anda sedang mengalami migrain atau gangguan kerongkongan tertentu (akhalasia). Bagi orang sehat pada umumnya, air dingin adalah pilihan hidrasi yang sangat baik dan aman.