POLA JABAR - Siapa yang tidak tergoda dengan gurihnya udang bakar atau segarnya tumis udang asam manis? Sebagai salah satu jenis seafood paling populer, udang sering kali menjadi primadona di meja makan. Namun, di balik kelezatannya, banyak orang yang menaruh keraguan karena reputasi udang yang dianggap tinggi kolesterol.

Benarkah kita harus menjauhi udang demi kesehatan jantung? Merujuk pada ulasan dari pakar kesehatan di Mayo Clinic, mari kita bedah fakta di balik nutrisi si kecil yang kaya manfaat ini.

Udang adalah sumber protein yang sangat efisien. Dalam porsi sekitar 85 gram udang matang, Anda hanya mendapatkan sekitar 84 kalori, namun sudah mencukupi kebutuhan protein harian dengan sangat baik.

Selain protein, udang mengandung lebih dari 20 jenis vitamin dan mineral yang berbeda. Salah satu yang paling menonjol adalah Selenium, mineral yang berperan penting dalam meningkatkan sistem imun dan menjaga kesehatan sel dari kerusakan radikal bebas.

Memang benar bahwa udang mengandung kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya. Namun, para ahli di Mayo Clinic menekankan bahwa bagi kebanyakan orang, kolesterol dalam makanan memiliki dampak yang jauh lebih kecil terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan lemak jenuh dan lemak trans.

Udang secara alami sangat rendah lemak jenuh. Yang sering kali membuat kadar kolesterol melonjak bukanlah udangnya, melainkan cara kita memasaknya. Menggoreng udang dengan minyak banyak (deep fried) atau menyajikannya dengan saus mentega berlebih justru itulah yang memicu masalah kesehatan.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa udang berubah warna menjadi kemerahan saat dimasak? Warna itu berasal dari antioksidan kuat yang disebut astaxanthin. Penelitian menunjukkan bahwa zat ini dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari peradangan, menjaga kesehatan retina mata, hingga menjaga elastisitas kulit. Ini menjadikan udang bukan sekadar lauk pauk, tapi juga "makanan fungsional" bagi tubuh.

Agar mendapatkan manfaat maksimal mengkonsumsi udang tanpa risiko kesehatan, kuncinya ada pada teknik memasak. Mayo Clinic menyarankan metode memasak yang minim lemak tambahan, seperti dikukus, direbus, dipanggang, atau ditumis cepat dengan sedikit minyak zaitun. Menambahkan perasan jeruk nipis dan bawang putih tidak hanya memperkuat rasa, tetapi juga menambah asupan antioksidan alami.

Jadi, tidak perlu takut lagi untuk memasukkan udang ke dalam menu mingguan Anda. Selama dikonsumsi dalam porsi wajar dan diolah dengan cara yang benar, udang bisa menjadi sahabat terbaik bagi pola makan seimbang Anda.***