POLA JABAR - Selama bertahun-tahun, udang seringkali menjadi "kambing hitam" dalam dunia kuliner sehat. Banyak orang langsung menjauh saat melihat menu udang karena takut kadar kolesterol mereka melonjak drastis. Namun, benarkah udang seburuk itu bagi kesehatan kita?

Kabar baik bagi para pecinta seafood, riset dari Harvard Health Publishing memberikan perspektif yang berbeda. Udang ternyata memiliki tempat yang istimewa dalam pola makan sehat, asalkan kita tahu cara menyikapinya dengan benar.

Mitos Kolesterol yang Perlu Diluruskan Memang benar bahwa udang mengandung kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan ikan laut lainnya. Namun, poin penting yang sering terlewatkan adalah kadar lemak jenuhnya yang sangat rendah. Harvard Health menjelaskan bahwa bagi sebagian besar orang, kolesterol dalam makanan sebenarnya tidak memiliki dampak sebesar lemak jenuh dalam meningkatkan kadar kolesterol darah.

Artinya, sepiring udang rebus jauh lebih bersahabat bagi jantung Anda dibandingkan sepotong daging merah yang kaya akan lemak jenuh. Udang memberikan protein berkualitas tinggi tanpa disertai "paket" lemak jahat yang biasanya ada pada protein hewani darat.

Nutrisi Tersembunyi: Astaxanthin dan Selenium Selain protein, udang adalah salah satu sumber utama astaxanthin, sejenis antioksidan yang memberikan warna merah alami pada udang saat dimasak. Antioksidan ini diketahui memiliki peran penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari peradangan serta mendukung kesehatan saraf dan mata.

Tak hanya itu, udang juga kaya akan selenium, mineral penting yang mendukung fungsi tiroid dan sistem imun. Mengkonsumsi udang secara rutin dalam porsi yang pas bisa menjadi cara lezat untuk memenuhi kebutuhan mineral mikro yang jarang ditemukan pada makanan harian kita.

Cara Masak: Penentu Sehat atau Tidaknya Udang Masalah utama sebenarnya bukan terletak pada udangnya, melainkan pada cara kita mengolahnya. Udang yang digoreng tepung (deep fried) atau dimasak dengan saus mentega yang berlebihan tentu akan mengubah profil nutrisinya menjadi bom kalori dan lemak jenuh.

Para ahli gizi menyarankan teknik memasak yang lebih ringan seperti dikukus, dibakar dengan sedikit minyak zaitun, atau dijadikan campuran dalam tumisan sayur segar.

Menambahkan perasan lemon dan bumbu herbal alami tidak hanya meningkatkan cita rasa, tetapi juga menjaga agar manfaat kesehatan udang tetap utuh hingga ke piring Anda.