POLA JABAR - Banyak orang menyukai udang karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal. Namun, jarang yang menyadari bahwa di balik kelezatannya, udang menyimpan "amunisi" nutrisi yang sangat penting untuk menjaga stamina tetap stabil sepanjang hari. Mengacu pada data kesehatan dari Verywell Health, udang merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling efisien dalam mendukung metabolisme energi.
Lantas, bagaimana sebenarnya mekanisme nutrisi dalam udang bekerja untuk mengubah makanan menjadi tenaga? Mari kita bedah secara mendalam.
Salah satu nutrisi paling krusial yang ditemukan dalam jumlah tinggi pada udang adalah Vitamin B12. Vitamin ini berperan sebagai kunci utama dalam produksi sel darah merah dan pemeliharaan sistem saraf. Namun yang paling penting, B12 adalah komponen vital dalam metabolisme energi.
Tanpa asupan B12 yang cukup, tubuh tidak dapat memproses karbohidrat dan lemak secara maksimal menjadi energi. Mengkonsumsi udang secara rutin membantu mencegah anemia megaloblastik, sebuah kondisi yang sering membuat seseorang merasa lemas, letih, dan lesu meski sudah istirahat cukup.
Pernahkah Anda merasa napas tersengal atau otot cepat lelah saat beraktivitas? Bisa jadi itu pertanda tubuh kekurangan zat besi. Udang menyediakan zat besi heme—jenis zat besi yang jauh lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan sumber nabati.
Zat besi dalam udang berfungsi untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk otot dan otak. Ketika pasokan oksigen lancar, proses pembakaran kalori menjadi energi di dalam sel (mitokondria) akan berjalan jauh lebih efisien. Hasilnya, Anda akan merasa lebih bertenaga dan fokus.
Dunia medis mengenal ATP (Adenosine Triphosphate) sebagai mata uang energi seluler. Agar tubuh bisa menghasilkan ATP, dibutuhkan mineral seperti magnesium dan fosfor. Menariknya, udang kaya akan kedua mineral ini.
Magnesium dalam udang membantu mengatur reaksi biokimia dalam tubuh, termasuk pemecahan glukosa menjadi energi. Sementara itu, fosfor bekerja sama dengan vitamin B kompleks untuk memastikan fungsi ginjal, kontraksi otot, dan sinyal saraf berjalan optimal, yang semuanya berkontribusi pada tingkat kebugaran seseorang.
Berbeda dengan daging merah yang sering kali tinggi lemak jenuh, udang menawarkan protein murni dengan kalori yang rendah. Protein tinggi memerlukan energi untuk dicerna (efek termis makanan), namun juga memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.