POLA JABAR - Kacang tanah sering kali menjadi pilihan utama saat waktu santai atau sebagai teman setia saat bekerja. Selain rasanya yang gurih, kacang tanah dikenal sebagai sumber protein nabati dan lemak sehat yang luar biasa. Namun, dibalik kelezatannya, muncul sebuah pertanyaan penting: seberapa banyak kita boleh mengkonsumsinya tanpa merusak diet atau mengganggu kesehatan?

Merujuk pada berbagai literatur kesehatan internasional, termasuk poin-poin yang sering ditekankan oleh pakar nutrisi di Medical News Today, kacang tanah adalah "pedang bermata dua". Ia sangat bergizi, tetapi sangat padat energi.

Sebelum membahas porsi, penting untuk memahami mengapa kacang ini begitu populer di dunia medis. Kacang tanah mengandung lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang baik untuk kesehatan jantung. 

Selain itu, ia kaya akan serat, vitamin E, magnesium, dan folat. Protein di dalamnya juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, yang secara teori dapat membantu manajemen berat badan.

Mayoritas ahli kesehatan dan pedoman gizi internasional menyarankan konsumsi kacang-kacangan, termasuk kacang tanah, sekitar satu genggam per hari. Secara teknis, ini setara dengan kurang lebih 28 hingga 30 gram. Dalam jumlah butiran, porsi ini berkisar antara 20 sampai 25 butir kacang tanah.

Mengonsumsi dalam takaran ini sudah cukup untuk memberikan manfaat perlindungan bagi jantung dan menurunkan risiko diabetes tipe 2 tanpa memberikan asupan kalori yang berlebihan.

Meskipun sehat, ada beberapa alasan kuat mengapa Anda harus mengerem keinginan untuk menghabiskan satu bungkus besar kacang tanah dalam sekali duduk:

  1. Kepadatan Kalori yang Tinggi 

    Kacang tanah mengandung sekitar 160 hingga 170 kalori per 30 gramnya. Jika dikonsumsi tanpa kontrol, asupan kalori harian Anda bisa melonjak drastis, yang berujung pada penambahan berat badan.