POLA JABAR – Game populer PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) kembali jadi sorotan setelah pemerintah mewacanakan pembatasan game online yang dianggap mengandung unsur kekerasan.

Langkah ini mencuat setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, di mana salah satu pemicunya disebut berkaitan dengan pengaruh game berunsur tembak-tembakan.

Apa Itu Game PUBG?

PUBG adalah game battle royale yang dirilis pada tahun 2017. Dalam permainan ini, 100 pemain dijatuhkan ke sebuah pulau dan harus saling bertahan hidup hingga tersisa satu orang atau satu tim sebagai pemenang.

Pemain bisa menggunakan berbagai senjata api, granat, dan perlengkapan militer, menjadikan game ini seru dan menegangkan bagi penggemarnya.

Game ini hadir di berbagai platform, mulai dari PC, konsol, hingga versi mobile dan telah diunduh lebih dari 500 juta kali di seluruh dunia.

Kenapa PUBG Dianggap Berbahaya?

Meski populer, PUBG sering dikritik karena mengandung unsur kekerasan eksplisit. Pemain terbiasa melakukan aksi menembak, menyerang, hingga bertahan hidup dengan cara membunuh lawan virtual.

Beberapa psikolog menilai bahwa paparan kekerasan dalam game secara terus-menerus bisa memengaruhi pola pikir dan perilaku anak-anak, terutama yang belum mampu membedakan dunia nyata dan dunia digital.