POLA JABAR - Shakshuka, hidangan sederhana berupa telur yang direbus (poached) dalam saus tomat yang kaya bumbu, telah meledak popularitasnya dari kawasan Mediterania dan Timur Tengah hingga menjadi menu brunch wajib di kafe-kafe seluruh dunia. Meskipun banyak negara mengklaim variasi hidangan serupa, Shakshuka Tel Aviv adalah versi yang paling berhasil mencuri perhatian global, menjadi duta kuliner Israel yang paling dicintai. 

Nama "Shakshuka" sendiri berasal dari bahasa Arab Tunisia yang berarti "campuran," merujuk pada perpaduan rempah dan bahan yang dimasak bersama. Hidangan ini dibawa ke Israel oleh imigran Yahudi dari Afrika Utara terutama Tunisia dan Libya pada pertengahan abad ke-20. Di Tel Aviv, hidangan ini menemukan rumah keduanya dan diadaptasi dengan ciri khas lokal yang lebih berani dan stylish

Para juru masak di Tel Aviv menyempurnakan sausnya, menggunakan tomat segar yang melimpah, paprika merah, dan bumbu kunci seperti bubuk paprika, jintan (cumin), dan cabai yang tidak hanya memberikan kehangatan tapi juga warna merah menyala yang sangat menggugah selera. Transformasi dari masakan rumahan sederhana menjadi comfort food yang trendi inilah yang menjadi kunci sukses Shakshuka Tel Aviv merajai dapur dunia.

Daya tarik utama Shakshuka Tel Aviv terletak pada keseimbangan rasa dan teksturnya yang unik dan memuaskan. Saus tomatnya yang dimasak perlahan menjadi sangat pekat (reduced), manis alami, sedikit asam, dan diperkaya oleh aroma smoky dari paprika, serta kehangatan bumi dari jintan. Kontrasnya adalah telur yang dimasak langsung dalam saus tersebut. 

Teknik memasak ini, yang menghasilkan telur mata sapi dengan putih yang matang dan kuning yang masih meleleh (runny yolk), adalah mahakarya tekstural. Ketika telur dipecahkan, kuningnya yang creamy bercampur dengan saus tomat yang beraroma, menciptakan lapisan kelembutan baru yang luar biasa saat disantap dengan roti challah atau pita yang renyah roti digunakan untuk menyerap setiap tetes saus yang berharga (dipping). 

Popularitas global hidangan ini, seperti yang diulas oleh The Guardian, menunjukkan bahwa dalam dunia kuliner, kesederhanaan bahan baku yang diolah dengan teknik dan bumbu yang tepat seringkali menjadi formula terbaik untuk menciptakan hidangan yang universal dan mampu menembus batas budaya.

Aspek lain yang membuat Shakshuka Tel Aviv begitu mendunia adalah kemudahan adaptasi dan penyajiannya yang fotogenik. Hidangan ini biasanya disajikan langsung di atas wajan besi cor (cast-iron skillet) yang panas, menciptakan pemandangan yang menarik, rustic, dan sangat layak diunggah di media sosial sebuah faktor penting dalam popularitas kuliner modern. 

Di Tel Aviv, Shakshuka sering disajikan untuk sarapan atau makan siang ringan, namun fleksibilitasnya membuatnya cocok untuk disantap kapan saja. Meskipun resep dasarnya selalu sama tombol dan telur variasi modern seringkali mencakup tambahan seperti keju feta untuk rasa asin creamy, terong bakar, atau sosis pedas (merguez) untuk lapisan rasa yang lebih kaya. 

Fleksibilitas ini memungkinkan para koki dan juru masak rumahan di seluruh dunia untuk menempatkan ciri khas lokal mereka tanpa menghilangkan esensi dari hidangan tersebut, menjadikannya kanvas rasa yang terbuka lebar bagi kreativitas kuliner.