POLA JABAR – Bulan Februari 2026 akan dihiasi oleh salah satu fenomena astronomi paling menarik, yaitu purnama Snow Moon atau Bulan Salju.

Fenomena ini selalu menjadi incaran para pecinta fotografi dan pengamat langit karena tampilannya yang sering kali terlihat lebih besar dan terang.

Mengapa Disebut Snow Moon?

Istilah Snow Moon berasal dari tradisi masyarakat adat di Amerika Utara. Penamaan ini diberikan karena bulan purnama yang muncul pada bulan Februari biasanya bertepatan dengan periode hujan salju paling lebat di belahan bumi utara.

Selain disebut Bulan Salju, beberapa tradisi juga menyebutnya sebagai Hunger Moon (Bulan Lapar) karena sulitnya mencari bahan makanan di tengah cuaca ekstrem pada zaman dahulu.

Kapan Waktu Terbaik Melihatnya?

Puncak fenomena Snow Moon di tahun 2026 diprediksi akan terjadi pada awal hingga pertengahan Februari.

Di Indonesia, fenomena ini bisa dinikmati dengan mata telanjang sepanjang malam selama langit cerah dan tidak tertutup awan mendung.

  • Waktu Muncul: Bulan akan mulai terbit dari arah timur sesaat setelah matahari terbenam.
  • Puncak Purnama: Cahaya bulan akan mencapai tingkat kecerahan maksimal pada tengah malam saat posisi bulan berada di titik tertinggi langit.