POLA JABAR – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyatakan sikap hormatnya atas keputusan yang diambil oleh pihak SMAN 1 Pontianak. Sekolah tersebut secara resmi telah menyatakan menolak untuk berpartisipasi dalam agenda lomba cerdas cermat (LCC) ulang yang direncanakan.

Keputusan tersebut diambil setelah adanya komunikasi langsung antara pihak sekolah dan jajaran pimpinan MPR RI di Jakarta. Hubungan baik tetap terjaga melalui pertemuan yang berlangsung harmonis tersebut.

“Surat resmi dari SMAN 1 Pontianak sudah kami terima dan kami menghormati sikap tersebut. Dialog sudah kami lakukan dengan pihak SMAN 1 secara terbuka dan penuh kekeluargaan ketika Kepala dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak bersilaturahim ke MPR RI pada hari Kamis (14 Mei),” lanjut Eddy.

Selain menghargai keputusan kelembagaan sekolah, Eddy Soeparno memberikan perhatian serius terhadap isu miring yang beredar di masyarakat. Muncul kabar adanya tekanan atau dugaan intimidasi dari oknum-oknum tertentu yang diarahkan kepada Josepha Alexandra dan anggota Grup C SMAN 1 Pontianak lainnya.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI ini menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan fisik maupun psikologis para siswa berprestasi tersebut.

“Tidak boleh ada intimidasi dalam bentuk apa pun terhadap Josepha, rekan-rekan satu grupnya maupun SMAN 1 Pontianak. Sikap mereka wajib dihormati dan saya berkomitmen melindungi mereka dari intimidasi dalam bentuk apa pun,” tegas Eddy.

Pimpinan MPR menyambut positif gelombang dukungan dari publik yang terus mengalir untuk para pelajar dari Kalimantan Barat ini. Wakil Ketua Umum PAN tersebut menilai dinamika yang terjadi saat ini merupakan potret kepedulian masyarakat terhadap kredibilitas kompetensi akademis tingkat nasional.

Persoalan ini pun akan dijadikan dasar pijakan bagi MPR RI untuk membenahi sistem penilaian dan pelaksanaan sosialisasi kebangsaan di masa mendatang.

“Ini menjadi momentum perbaikan terus-menerus bagi rangkaian acara LCC Empat Pilar MPR RI sekaligus perbaikan bagi berbagai metode Sosialisasi Empat Pilar MPR ke depannya,” jelas Eddy.