POLA JABAR – Jika Anda mencari perpaduan sempurna antara keajaiban alam dan kejeniusan arsitektur manusia, Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko, adalah jawabannya. Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan sebuah pernyataan seni yang berdiri tegak di atas hamparan Samudra Atlantik yang luas.

Berikut adalah beberapa fakta medis—dalam arti fakta historis dan teknis—yang membuat masjid ini begitu istimewa di mata dunia:

1. Dibangun di Atas Air untuk Menghormati Sejarah

Masjid ini dibangun atas gagasan Raja Hassan II untuk menghormati mendiang ayahnya, Raja Mohammed V. Sesuai dengan kutipan ayat Al-Qur'an bahwa singgasana Allah berada di atas air, sang raja menginginkan masjid ini dibangun menjorok ke samudra. Proyek raksasa ini melibatkan jutaan donatur dari rakyat Maroko dan akhirnya diresmikan pada 30 Agustus 1993.

2. Perpaduan Teknologi Modern dan Tradisional

Meskipun arsitekturnya sangat kental dengan gaya tradisional Maroko—seperti ukiran kayu cedar dan mosaik zellige yang rumit—Masjid Hassan II dilengkapi dengan teknologi mutakhir. Masjid ini memiliki atap geser otomatis yang bisa terbuka dalam waktu hitungan menit untuk sirkulasi udara alami, serta sistem lantai berpemanas (heated floor) agar jemaah tetap nyaman saat musim dingin melanda pesisir Afrika Utara.

3. Menara yang Menjulang dan Kapasitas Fantastis

Salah satu ciri khas utama masjid ini adalah menaranya yang setinggi 210 meter. Di puncaknya, terdapat sinar laser yang mengarah tepat ke arah Mekkah pada malam hari. Dengan luas kompleks yang masif, masjid ini mampu menampung hingga 105.000 jemaah (25.000 di dalam ruangan dan 80.000 di pelataran luar) secara bersamaan.

4. Pintu Terbuka bagi Wisatawan Non-Muslim