POLA JABAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi memperkuat komitmen untuk menjaga keberlangsungan Kebun Binatang Bandung. Langkah ini diambil guna memastikan aset berharga tersebut tetap berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memberikan manfaat langsung bagi ekosistem dan masyarakat luas.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak provinsi telah menghasilkan visi yang sama terkait masa depan kebun binatang. Kesepakatan ini menjadi jaminan bahwa area tersebut tidak akan beralih fungsi dan tetap berpihak pada pelestarian lingkungan.

“Kesepakatan kami dengan Pak Sekda Jawa Barat sangat jelas, kebun binatang ini harus tetap menjadi ruang terbuka hijau publik,” ujar Farhan saat memberikan keterangan di Stadion Siliwangi, Minggu (28/12/2025).

Selain mempertahankan fungsi lahan sebagai paru-paru kota, aspek kesejahteraan satwa turut menjadi poin krusial. Farhan memastikan bahwa koordinasi lintas instansi terus berjalan, termasuk dukungan logistik untuk penghuni kebun binatang.

“Satwa di sini tetap akan mendapatkan pakan yang baik dari Kementerian Kehutanan. Itu menjadi komitmen bersama,” tambahnya.

Melalui penguatan kerja sama antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar, proses perawatan dan pemeliharaan kawasan akan dilakukan secara lebih sistematis agar tercipta ruang publik yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Terkait pertanyaan masyarakat mengenai operasional komersial, Farhan menjelaskan bahwa saat ini Kebun Binatang Bandung belum memberlakukan sistem tiket masuk. Pemerintah memilih untuk memprioritaskan pembenahan internal dan aspek administratif terlebih dahulu.

“Untuk operasional dengan tiket memang belum, karena kita ingin menyelesaikan dulu persoalan manajemennya. Kita bereskan satu per satu,” pungkasnya.***