POLA JABAR - Memilih potongan steak di restoran seringkali menjadi dilema antara rasa yang kaya atau pilihan yang lebih sehat. Dua potongan yang paling populer, Ribeye dan Tenderloin, memiliki karakteristik yang sangat berbeda, terutama dari segi kandungan lemak dan nutrisi.
Memahami perbedaan ini sangat penting, terutama bagi mereka yang memantau asupan kalori dan lemak jenuh. Perbandingan ini, yang sering diulas oleh sumber kesehatan terpercaya seperti Healthline, akan membantu menentukan pilihan yang paling sesuai dengan tujuan diet Anda.
Perbedaan utama antara Ribeye dan Tenderloin terletak pada kandungan lemaknya. Ribeye berasal dari otot di area tulang rusuk sapi, yang secara alami memiliki banyak lemak intramuskular atau marbling.
Lemak inilah yang memberikan rasa yang sangat kaya, juicy, dan tekstur yang lembut saat dimasak. Namun, kandungan lemak total, khususnya lemak jenuh, dalam potongan Ribeye cenderung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Tenderloin.
Sebaliknya, Tenderloin (atau fillet mignon) berasal dari otot di sepanjang tulang belakang sapi yang jarang digunakan. Karena otot ini minim aktivitas, Tenderloin dikenal sebagai potongan yang paling empuk. Secara nutrisi, Tenderloin memiliki profil yang lebih ramping. Kandungan lemaknya jauh lebih rendah, menjadikannya pilihan dengan kalori yang lebih sedikit per porsi.
Meskipun rasanya kurang intens dibandingkan Ribeye karena minimnya marbling, keunggulannya terletak pada kelembutan dan aspek kesehatan yang lebih baik bagi mereka yang mengontrol lemak jenuh.
Inilah Perbandingan Nutrisi Utama yang Harus Diketahui
Kandungan Lemak dan Kalori
Faktor penentu kesehatan antara kedua potongan ini adalah lemak. Ribeye, meskipun nikmat, membawa beban lemak yang signifikan. Sebagian besar lemak ini adalah lemak jenuh, yang jika dikonsumsi berlebihan, dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) dan risiko penyakit jantung.