POLA JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan penekanan khusus pada peran krusial Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam membangun peradaban di Kota Kembang.

Dalam agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ICMI Orda Kota Bandung yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung pada Rabu, 15 April 2026, ia mendorong organisasi ini untuk menjadi ujung tombak perubahan sosial dan religius.

Farhan menggarisbawahi bahwa meskipun kepengurusan di tingkat daerah baru berjalan lima tahun, rekam jejak ICMI secara nasional selama lebih dari dua dekade harus menjadi modal kuat untuk melahirkan gagasan-gagasan besar. Ia berharap ICMI dapat menjadi center of excellence yang mampu memberdayakan masyarakat secara inklusif.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan ICMI adalah upaya pengentasan buta aksara Al-Qur'an. Farhan menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen jangka panjang yang bersifat berkelanjutan.

“Kolaborasi tertinggi yang kita dorong adalah pemberantasan buta baca tulis Al-Qur’an. Ini bukan program jangka pendek tapi gerakan yang tidak boleh berhenti,” kata Farhan.

Untuk mendukung gerakan tersebut, ICMI memperkenalkan inovasi bernama program Demam Mengaji (Demaji). Program ini dirancang dengan pendekatan yang unik, yakni menggunakan buku pembelajaran berbasis cerita.

Metode ini mempermudah peserta didik, terutama anak-anak, dengan mengaitkan huruf-huruf hijaiyah dengan benda-benda di sekitar mereka.

“Metodenya sederhana tapi efektif, dengan pendekatan cerita orang jadi lebih mudah mengingat, ini yang harus kita kembangkan bersama,” ujarnya.

Senada dengan Wali Kota, Ketua ICMI Orda Kota Bandung, Tatang Muchtar, menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menyukseskan visi tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada Pemkot Bandung yang telah memberikan fasilitas penuh, termasuk penggunaan Pendopo sebagai pusat kegiatan intelektual dan religius.