POLA JABAR - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan arah baru pembangunan Kota Bandung yang lebih inklusif. Menurutnya, transformasi kota yang signifikan tidak akan tercapai jika hanya menyentuh pusat kota, melainkan harus dimulai dari akar rumput, yakni lingkungan permukiman warga.

Dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Sukaasih pada Rabu, 24 Desember 2025, Farhan menyampaikan bahwa pembangunan jalan-jalan protokol bukanlah satu-satunya indikator keberhasilan kota. Fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini bergeser pada penyelesaian persoalan dasar di kawasan padat penduduk.

Farhan memastikan bahwa pembenahan lingkungan permukiman akan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini mencakup penanganan infrastruktur, sanitasi, hingga mitigasi bencana yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari masyarakat.

Langkah Konkret: Penataan Wilayah dan Mitigasi Bencana

Sebagai bentuk tindakan nyata, Wali Kota menginstruksikan langkah-langkah terukur kepada perangkat daerah:

  1. Survei Titik Rawan: Perangkat daerah diminta segera memetakan lokasi-lokasi yang membutuhkan penanganan darurat.

    Penertiban Bangunan Liar: Instruksi khusus diberikan kepada Satpol PP untuk menertibkan bangunan liar di Babakan Tarogong (khususnya RW 3 dan RW 7) guna mendukung penataan wilayah.

    Kehadiran Pejabat di Lapangan: Mendorong efektivitas kerja birokrasi melalui kunjungan langsung.

    Komitmen Mengunjungi 151 Kelurahan