POLAJABAR.COM - Kawasan Lapangan Saparua selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik favorit bagi masyarakat Kota Bandung untuk beraktivitas. Namun, pemandangan kurang menyenangkan kini mewarnai salah satu sudut pelataran di area terbuka tersebut.
Kerusakan tampak nyata pada lantai berbahan batu alam yang melapisi pelataran Lapangan Saparua. Kondisi ubin batu yang rontok dan terlepas membuat estetika tempat tersebut berkurang secara signifikan.
Kondisi fisik pelataran yang memprihatinkan ini terpantau langsung di lokasi pada Kamis (23/7/2026). Dikutip dari detikJabar, kerusakan tersebut membuat pelataran tidak dapat dipergunakan sebagaimana mestinya oleh masyarakat.
Pada hari-hari biasa, pelataran batu alam ini kerap dimanfaatkan pengunjung sebagai area berolahraga. Banyak warga memanfaatkan ruang tersebut untuk melakukan aktivitas fisik seperti push-up, sit-up, dan gerakan senam lainnya.
Selain digunakan untuk berolahraga, pelataran ini memiliki fungsi sosial yang cukup penting bagi pengunjung. Banyak warga lokal maupun pendatang memilih area ini sebagai tempat untuk sekadar duduk-duduk santai melepas penat.
Keberadaan pepohonan rindang yang mengelilingi pelataran menciptakan suasana yang sangat teduh. Keasrian lingkungan inilah yang membuat sudut Lapangan Saparua tersebut selalu diminati warga untuk berkumpul.
Sayangnya, kondisi batu alam yang terkelupas dan berserakan membuat masyarakat harus mengurungkan niat untuk beraktivitas di sana. Alasan keselamatan dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama warga memilih untuk menghindari area pelataran.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat segera melakukan perbaikan pada fasilitas umum tersebut. Peremajaan pelataran sangat diharapkan agar kawasan Lapangan Saparua kembali dapat dimanfaatkan secara optimal dan aman.
