POLA JABAR - Tingkat kematangan steak Medium Rare secara luas diakui oleh para koki dan penikmat kuliner sebagai titik keemasan atau sweet spot untuk menikmati steak. Kematangan ini menawarkan keseimbangan tekstur yang sempurna yakni bagian luar daging yang terkaramelisasi dengan indah (seared), menciptakan crust yang gurih, sementara bagian dalamnya tetap juicy, empuk, dan hangat dengan sebagian besar daging berwarna merah muda. 

Untuk mencapai hasil steak dengan kematangan medium rare yang ideal, memasak hanya berdasarkan waktu saja tidak cukup, karena faktor ketebalan daging dan suhu panggangan sangat mempengaruhi. Kunci utamanya terletak pada pemantauan suhu internal daging secara akurat menggunakan termometer makanan.

Menurut panduan dari The Spruce Eats, suhu internal ideal yang harus dicapai oleh steak agar dikategorikan sebagai Medium Rare berada dalam 130-135 derajat F atau setara dengan 54 derajat C.

Suhu ini memastikan bahwa sebagian besar lemak yang ada dalam daging telah meleleh, melepaskan rasa yang mendalam dan buttery, namun serat-serat daging belum mengerut berlebihan. 

Hasilnya adalah daging yang memiliki warna merah muda hangat yang merata di bagian tengah dengan sedikit cairan merah jambu yang disebut myoglobin (bukan darah).

Tips Utama Mencapai Suhu Medium Rare Sempurna:

  1. Suhu Internal Target: Pastikan Anda memiliki target suhu yang jelas. Berdasarkan rekomendasi The Spruce Eats, suhu akhir yang dicari sebelum proses istirahat (resting) adalah sekitar 54-57 derajat C.

    Angkat Sebelum Target: Salah satu trik penting adalah mengangkat steak dari sumber panas beberapa derajat di bawah suhu target akhir. Ini karena daging akan terus memasak (fenomena yang dikenal sebagai carry-over cooking) saat diistirahatkan. Idealnya, angkat daging saat termometer menunjukkan angka sekitar 52- 55 derajat C.

    Proses Resting (Mengistirahatkan Daging): Setelah diangkat, daging harus diistirahatkan di atas talenan selama 5 hingga 10 menit. Proses ini krusial karena memungkinkan cairan (juice) dalam daging yang tadinya berpusat di tengah akibat panas, untuk menyebar kembali ke seluruh serat, menghasilkan steak yang lebih juicy dan mempertahankan kelembutannya, sekaligus mencapai suhu Medium Rare yang sempurna.