POLA JABAR – Sektor pendidikan di Kota Bandung menunjukkan tren positif yang signifikan di awal tahun 2026. Berdasarkan hasil survei Teropong Daerah oleh Litbang Kompas yang dilakukan pada akhir Februari hingga awal Maret 2026, tingkat kepuasan warga terhadap layanan pendidikan mencapai angka 83,8 persen.
Penilaian tinggi ini mencerminkan bahwa upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah kini mulai dirasakan dampaknya secara nyata oleh para siswa dan orang tua.
Perubahan ini mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari pembenahan infrastruktur fisik, pembaruan metode pembelajaran, hingga perhatian serius terhadap kesehatan mental dan pendidikan karakter siswa.
Pemerintah Kota Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan terus memperkuat dukungan operasional melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Program ini memberikan ruang bagi sekolah untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar dengan lebih fleksibel.
Sepanjang tahun 2025, pembangunan fisik sarana pendidikan dilakukan secara masif dan terarah. Untuk jenjang SD, telah dilakukan rehabilitasi terhadap 260 ruang kelas, penambahan 7 ruang kelas baru, hingga pembangunan fasilitas penunjang seperti toilet dan sumur bor.
Sementara untuk jenjang SMP, Pemkot berhasil membangun 1 unit sekolah baru dan merehabilitasi 78 ruang kelas demi menjamin kenyamanan belajar.
Perubahan besar juga terjadi pada pendekatan non-akademik. Dinas Pendidikan Kota Bandung kini mewajibkan penguatan pendidikan karakter bagi seluruh siswa kelas 9 SMP Negeri untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih disiplin dan kondusif.
Selain itu, menyikapi tantangan zaman, dikembangkan pula sistem deteksi dini kesehatan mental. Langkah preventif ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi stres atau depresi pada siswa sejak awal, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.