POLA JABAR – Kontaminasi air dalam tangki bahan bakar merupakan masalah serius yang sering dialami pengendara, baik akibat kebocoran tangki pendam di SPBU maupun akibat banjir. Karena sifat air yang tidak dapat menyatu dengan bensin atau solar, keberadaannya di dalam sistem pembakaran dapat merusak komponen vital seperti pompa bahan bakar (fuel pump) hingga injektor.
Agar kerusakan tidak merembet ke komponen lain, berikut adalah tanda-tanda bahan bakar tercampur air dan langkah tepat untuk mengatasinya:
1. Mesin Tersendat atau Brebet
Tanda paling awal yang sering dirasakan adalah mesin yang terasa tersendat-sendat (stuttering) saat dikendarai. Hal ini terjadi karena air masuk ke ruang bakar dan mengganggu proses percikan api dari busi. Kendaraan akan terasa kehilangan tenaga secara tiba-tiba, terutama saat Anda mencoba menambah kecepatan.
2. Mesin Sulit Dinyalakan (Hard Starting)
Jika air sudah mengendap di dasar tangki dan masuk ke saluran bahan bakar, mesin akan sangat sulit dinyalakan di pagi hari. Hal ini disebabkan karena pompa bahan bakar menyedot air terlebih dahulu daripada bensin. Jika dipaksakan terus menerus, motor starter dan aki kendaraan bisa menjadi cepat soak.
3. Indikator Mesin (Check Engine) Menyala
Pada kendaraan modern yang sudah dilengkapi sensor canggih, komputer mobil (Electronic Control Unit) akan mendeteksi adanya malfungsi pada proses pembakaran. Lampu indikator check engine pada dashboard akan menyala sebagai peringatan bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada sistem bahan bakar atau emisi gas buang Anda.