POLA JABAR – Suasana haru menyelimuti RT 4 RW 9 Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung pada Selasa pagi, 27 Januari 2026. Ibu Emi, seorang lansia yang telah bertahun-tahun menempati rumah sederhana, tak mampu membendung air matanya saat mengetahui huniannya akan segera diperbaiki melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Selama ini, Ibu Emi bertahan di tengah kondisi bangunan yang mengkhawatirkan. Dinding rumahnya dipenuhi retakan dan tembok yang kian rapuh termakan usia. Tak hanya itu, fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang berada di bagian depan rumah pun kondisinya jauh dari standar kesehatan dan kelayakan.
Melihat kondisi tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melakukan peninjauan langsung secara mendetail ke lokasi. Ia memastikan setiap sudut bangunan yang sudah masuk kategori darurat akan mendapatkan perhatian serius, terutama bagian tembok dan sanitasi.
Dalam kunjungannya, Muhammad Farhan menegaskan bahwa perbaikan ini akan dikawal ketat oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung. Sinergi antara perangkat daerah, mulai dari dinas teknis, lurah, hingga pengurus RW, sangat diperlukan agar bantuan ini tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak warga.
“Insyaallah dibantu melalui program Rutilahu. Nanti dikawal oleh dinas, lurah, dan RW,” ujar Farhan saat berdialog dengan Ibu Emi di lokasi.
Wali Kota menekankan bahwa pemantauan lapangan secara langsung adalah kunci untuk memastikan intervensi pemerintah berjalan efektif. Baginya, rumah dengan tingkat kerusakan tinggi harus didahulukan demi menjamin keselamatan penghuninya.
Ia mengatakan, rumah dengan kondisi darurat seperti milik Ibu Emi harus menjadi prioritas agar tidak membahayakan penghuninya. Selain struktur bangunan utama, pembenahan fasilitas MCK juga menjadi fokus utama guna mendukung pola hidup sehat bagi warga.
Kehadiran jajaran Pemkot Bandung di kediamannya menjadi angin segar bagi Ibu Emi. Ia merasa sangat bersyukur pemerintah hadir secara nyata untuk membantu kesulitan rakyatnya. Kini, ia menaruh harapan besar agar proses renovasi segera terlaksana.
Dengan adanya program Rutilahu ini, Ibu Emi dan keluarganya berharap dapat segera tinggal di rumah yang lebih kokoh, tanpa perlu merasa cemas akan risiko dinding runtuh di masa mendatang.***