POLA JABAR – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memberikan jaminan bahwa ketersediaan beras bagi masyarakat berada dalam posisi aman. Meskipun saat ini harga di pasaran terpantau masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), hasil investigasi di pasar tradisional, ritel modern, hingga gudang Bulog menunjukkan bahwa stok sangat mencukupi untuk kebutuhan warga.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, memaparkan bahwa sinergi dengan Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus diperkuat. Saat ini, sebanyak 146.232 keluarga tengah menerima manfaat dari program bantuan pangan nasional.
Guna memperkuat jaring pengaman sosial, Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebesar 131,3 ton pada tahun 2026. Salah satu penyaluran utamanya dilakukan melalui teknologi ATM Beras yang tersebar di berbagai titik strategis.
ATM Beras ini menyasar keluarga miskin yang datanya telah terverifikasi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memastikan bantuan tepat sasaran bagi mereka yang belum tersentuh bantuan reguler lainnya.
DKPP juga memperkenalkan Program Pangersa, sebuah inisiatif bantuan pangan yang komprehensif untuk menangani wilayah rentan pangan serta menekan angka stunting di Kota Bandung. Bantuan ini tidak hanya berupa beras premium, tetapi juga protein hewani dan sayuran.
Penerima manfaat program ini mencakup 1.832 keluarga miskin yang akan mendapatkan paket bahan pangan bergizi secara berkala guna meningkatkan kualitas nutrisi keluarga prasejahtera.
Sebagai langkah konkret mengendalikan inflasi dan membantu daya beli masyarakat, Pemkot Bandung menjadwalkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 44 kali sepanjang tahun 2026. Program ini didukung oleh berbagai sumber anggaran, mulai dari APBD hingga dana CSR.
Salah satu komoditas primadona dalam GPM ini adalah beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Beras kualitas medium ini disediakan melalui kerja sama dengan Perum Bulog dalam kemasan praktis 5 kilogram dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar saat ini.