POLA JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memacu proses lelang pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menargetkan seluruh tahapan seleksi rampung pada akhir Mei 2026 ini, sehingga operasional kebun binatang dapat segera diambil alih oleh pengelola baru yang kompeten.

Hingga saat ini, proses evaluasi terhadap para peserta lelang masih berlangsung secara intensif di Balai Kota Bandung.

Farhan menegaskan bahwa ketatnya proses seleksi bukan berarti lelang mengalami kegagalan, melainkan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memilih mitra yang benar-benar layak mengelola aset konservasi tersebut.

“Artinya ini bukan gagal, tapi memang belum lulus tahap seleksi. Kita tidak bisa menyederhanakan proses ini karena menyangkut banyak aspek penting,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin 11 Mei 2026.

Sebagai langkah pengamanan selama masa transisi, Pemkot Bandung juga memperpanjang nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kehutanan. Hal ini dilakukan demi menjamin kesejahteraan satwa serta memberikan kepastian bagi para pekerja yang ada.

“Perpanjangan MoU ini penting agar penanganan satwa dan pekerja tetap berjalan dengan baik sampai ada pengelola baru,” katanya.

Pemerintah daerah berharap besar agar pengelolaan kebun binatang ini tetap berada di bawah kendali daerah melalui kolaborasi yang apik. Namun, Farhan tidak menutup mata terhadap risiko jika proses lelang ini tidak membuahkan hasil sesuai standar.

“Kalau sampai gagal, semua bisa diambil alih pemerintah pusat. Tentu kita ingin tetap ada peran daerah,” ujarnya.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah regulasi dari Kejaksaan Tinggi yang mewajibkan skema kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga. Selain itu, status lembaga konservasi berbadan hukum menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pengelola.