POLA JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara resmi meluncurkan program padat karya tematik dan pelatihan berbasis kompetensi sebagai strategi strategis untuk memperluas lapangan kerja. Agenda besar ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Taman Saturnus, Kecamatan Rancasari, pada Senin, 13 April 2026.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi ketenagakerjaan di Kota Kembang. Farhan memaparkan data bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung saat ini menyentuh angka 7,44 persen. Angka ini tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata pengangguran di Provinsi Jawa Barat yang berada di level 6,5 persen.
“Artinya, salah satu tantangan terbesar kita adalah menyediakan lapangan pekerjaan. Program padat karya ini adalah bentuk nyata upaya pemerintah untuk menekan angka pengangguran,” ujar Farhan.
Dalam pelaksanaannya, program padat karya ini melibatkan masyarakat setempat yang akan dikontrak selama 10 hari.
Mereka akan ditugaskan untuk melakukan berbagai pekerjaan pembenahan lingkungan di wilayah masing-masing. Namun, Farhan menegaskan bahwa program ini memiliki nilai lebih dari sekadar bantuan finansial sementara.
Menurutnya, kedisiplinan dan kualitas kerja selama masa kontrak singkat ini bisa menjadi ajang pembuktian diri bagi para peserta di mata calon pemberi kerja di sektor swasta maupun formal.
“Ini bukan sekadar program sosial. Ini kesempatan kedua. Tunjukkan kerja optimal, siapa tahu ada yang melirik dan bisa dipekerjakan secara tetap,” katanya.
Selain intervensi langsung melalui padat karya, Pemkot Bandung juga fokus pada penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi.
Program ini menyasar masyarakat luas, terutama para lulusan sekolah yang baru akan memasuki dunia kerja agar memiliki keahlian yang relevan dengan dinamika pasar industri saat ini.