POLAJABAR.COM - Proses perbaikan infrastruktur jalan yang mengalami ambles di kawasan Jalan Ir H Juanda, yang akrab dikenal sebagai Jalan Dago, terus berjalan secara intensif. Langkah konkret ini diambil sebagai respons cepat terhadap kerusakan tanah yang terjadi beberapa waktu lalu.
Saat ini, salah satu fokus utama dalam penanganan darurat ini adalah pembuatan tembok penahanan tanah yang kokoh. Tembok ini dirancang secara spesifik untuk memberikan perlindungan maksimal dan mencegah potensi longsor susulan di area lereng yang rawan.
Pantauan langsung yang dilakukan pada hari Selasa, 30 Juni 2026, memperlihatkan aktivitas kerja yang sangat dinamis di lokasi tebing yang terdampak bencana. Sejumlah pekerja terlihat sibuk melaksanakan tugas pemeliharaan dan konstruksi di area tersebut.
Rencana struktural jangka menengah telah disusun untuk memperkuat kondisi tebing yang ambles di Jalan Dago Atas. Proyek ini mencakup pemasangan material penguat seperti batu-batuan besar, tiang beton, serta fondasi mendalam menggunakan teknologi bore pile.
Insiden tanah ambles di kawasan Dago Atas tersebut diketahui telah terjadi kurang lebih tiga pekan sebelum pemantauan dilakukan. Durasi ini menunjukkan bahwa penanganan yang komprehensif membutuhkan waktu dan perencanaan teknis yang matang.
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan publik selama masa perbaikan berlangsung, warga setempat mengambil inisiatif pengaturan lalu lintas. Mereka menerapkan sistem pengaturan secara manual di titik-titik rawan.
"Warga sekitar masih menerapkan pengaturan secara manual agar laju kendaraan tetap lancar," adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat setempat untuk meminimalisir kemacetan total akibat proyek perbaikan ini.
Dilansir dari detikJabar, fokus pada penguatan struktur bawah dan dinding penahan menjadi prioritas utama untuk mengembalikan stabilitas geologi di jalur vital Bandung tersebut.