POLA JABAR, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan performa impresif selama periode arus mudik Lebaran 2026. Dalam kurun waktu sepuluh hari, terhitung sejak 11 hingga 20 Maret 2026, KAI berhasil mengangkut sebanyak 1.997.779 penumpang di wilayah Pulau Jawa dan Sumatra.

Data tersebut merupakan akumulasi dari 1.695.218 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan 302.561 pelanggan KA Lokal. Tren peningkatan volume penumpang ini menunjukkan bahwa moda transportasi kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.

Puncak Arus Mudik dan Tingkat Okupansi

Berdasarkan rincian data harian, puncak arus mudik pada moda kereta api jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026. Pada hari tersebut, jumlah pelanggan mencapai 205.842 orang dengan tingkat okupansi mencapai 125,9 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan.

Peningkatan okupansi di atas 100 persen ini terjadi karena adanya sirkulasi penumpang dinamis (penumpang turun-naik di stasiun antara). Tren kenaikan mulai terlihat signifikan sejak 13 Maret, di mana rata-rata okupansi harian konsisten berada di atas angka 100 persen.

Ketersediaan Tiket untuk Arus Balik

Hingga Sabtu (21/3/2026) pukul 10.00 WIB, PT KAI melaporkan total tiket yang telah terjual untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 mencapai 3.799.365 tiket (84,5 persen). Meski angka penjualan cukup tinggi, masyarakat yang berencana kembali ke kota asal tidak perlu khawatir karena masih tersedia sisa kapasitas:

  • KA Jarak Jauh: Masih tersedia 279.639 tempat duduk (dari total penjualan 92,2 persen).
  • KA Lokal: Masih tersedia 488.733 tempat duduk (dari total penjualan 47,3 persen).

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api terus menguat berkat aspek keamanan dan ketepatan waktu. “Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret, terutama pada layanan jarak jauh yang menjadi pilihan utama antarkota,” ujar Anne dalam keterangan resminya.