POLA JABAR – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI terus bergerak aktif memastikan kenyamanan para jemaah asal Indonesia selama berada di Tanah Suci. Langkah nyata dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur Almusafirun, salah satu vendor katering yang bertanggung jawab menyuplai konsumsi bagi ribuan jemaah haji yang menginap di Hotel Al-Hidayah, Mekkah.
Sidak ini difokuskan untuk menguji aspek kebersihan, kualitas bahan pangan, hingga ketepatan manajemen logistik. Langkah antisipasi ini dirasa sangat krusial mengingat posisi dapur katering tersebut berada cukup jauh dari penginapan jemaah, yakni dengan radius sekitar 12 kilometer.
Agenda peninjauan berkala ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Anggota Timwas Haji DPR RI, Ansory Siregar. Ia didampingi oleh sejumlah anggota Timwas lainnya seperti Atalia Praratya, Ina Ammania, Wardatul Asriah, dan Nanang Samudra, setelah sebelumnya mereka menyerap aspirasi dan berdialog langsung dengan para jemaah di Hotel Al-Hidayah.
Dalam penjelasannya, Ansory menjabarkan bahwa Hotel Al-Hidayah disokong oleh enam mitra dapur katering. Sebanyak empat vendor berada dekat dengan lokasi pemondokan, sementara dua lainnya memiliki rute perjalanan yang cukup menyita waktu. Hal inilah yang mendorong legislator untuk memberikan atensi lebih pada kesiapan moda distribusi vendor terjauh.
“Kami sengaja datang langsung ke dapur Almusafirun karena ini dapur dengan jarak distribusi paling jauh ke Hotel Al-Hidayah, sekitar 12 kilometer. Kami ingin memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan distribusi berjalan tepat waktu meskipun jaraknya cukup jauh,” ujar Ansory.
Selama berada di area pemrosesan makanan, rombongan Timwas DPR RI memeriksa secara mendetail alur produksi, ketersediaan juru masak, standar pengemasan, hingga kebersihan lingkungan dapur. Anggota dewan juga membuka ruang diskusi bersama pihak manajemen katering demi memastikan makanan tidak rusak atau basi ketika tiba di tangan jemaah.
Politisi dari Fraksi PKS tersebut mengingatkan dengan tegas bahwa kendala geografis atau jarak tempuh tidak boleh menjadi pembenaran atas menurunnya standar pelayanan bagi para tamu Allah.
“Kami mengapresiasi pelayanan yang sudah berjalan baik saat ini. Namun, mengingat jarak yang cukup jauh sekitar 12 kilometer, kami mengingatkan agar manajemen dapur senantiasa menjaga ritme kerja, ketepatan waktu distribusi, serta penerapan higienitas secara ketat. Jangan sampai di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena ini menyangkut hajat hidup dan kesehatan 4.000 jemaah kita,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.
Tidak sebatas meninjau fasilitas fisik dan kebersihan bangunan, jajaran pengawas dari Senayan ini juga melakukan food tasting atau uji rasa terhadap sampel menu makanan yang siap didistribusikan. Langkah uji petik ini bertujuan agar cita rasa masakan yang dihidangkan tetap ramah dan sesuai dengan karakteristik kuliner tanah air, sehingga mampu menjaga nafsu makan serta kebugaran fisik jemaah.