POLA JABAR – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Competency Based Training (CBT) bagi para pengelola dan instruktur Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tebu, Jalan Martadinata, pada Selasa, 14 April 2026 ini, diikuti oleh 20 perwakilan LPK selama empat hari ke depan. Fokus utama agenda ini adalah memastikan setiap lembaga pelatihan memiliki kurikulum dan metode pengajaran yang sesuai dengan standar industri.

Sekretaris Disnaker Kota Bandung, Bariati Ratna Aju, menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan implementasi dari fungsi pengawasan dan pembinaan pemerintah terhadap lembaga pendidikan non-formal yang telah berizin.

“Setiap LPK yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Disnaker wajib kita evaluasi dan bina, sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2024,” ujar Bariati di sela-sela kegiatan.

Ia menekankan pentingnya standarisasi agar masyarakat mendapatkan mutu pelatihan yang serupa di mana pun mereka belajar.

“Tujuan utamanya adalah menyeragamkan standarisasi pelatihan, meningkatkan kualitas instruktur, serta mendukung proses akreditasi LPK. Karena jika tidak memenuhi standar akreditasi, LPK bisa dibubarkan,” tegasnya.

Saat ini, Kota Bandung memiliki sekitar 240 LPK dengan berbagai spesialisasi, mulai dari manufaktur hingga pengiriman tenaga kerja ke luar negeri seperti Jepang. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 lembaga aktif menjalin kerja sama dengan Disnaker. Bariati mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menyelaraskan standar di tengah keberagaman fokus bidang tersebut.

“LPK di Bandung ini beragam, ada yang fokus ke pengiriman tenaga kerja ke Jepang, manufaktur, hingga hospitality. Nah, standarisasinya ini yang masih perlu diseragamkan,” jelasnya.

Seiring dengan berkembangnya industri gaya hidup di Kota Kembang, sektor pariwisata dan kuliner masih mendominasi minat masyarakat. Pelatihan menjadi barista dan ahli pastry menjadi kelas yang paling cepat terisi. Selain itu, pelatihan bahasa asing juga terus diminati, terutama oleh calon peserta magang internasional.